Breaking News:

Perempuan Dalam Islam

Bolehkah Perempuan Sedang Haid Berwudhu Tunaikan Sunnah Rasul, Ini Penjelasan Ulama

Apa hukumnya wanita yang sedang uzur syar'i menstruasi mengambil air wudhu. Bolehkah perempuan sedang haid berwudhu untuk menunaikan sunnah Rasul.

Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
tribunsumsel.com/khoiril
Ilustrasi Bolehkah Perempuan Sedang Haid Berwudhu. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sebagian perempuan mungkin memiliki kebiasaan menjaga wudhunya sesuai dengan sunnah Nabi Shalallaahu 'Alayhi Wasallam. Tidak hanya saat akan menunaikan shalat, wanita kemungkinan mengambil wudhu saat hendak berangkat kerja atau aktivitas lainnya.

Lantas apa hukumnya wanita yang sedang uzur syar'i menstruasi mengambil air wudhu. Bolehkah perempuan sedang haid berwudhu untuk menunaikan sunnah Rasul.

Menjawab pertanyaan apakah wanita haid boleh berwudhu, Ustadzah Isnawati LC memberikan penjelasannya disampaikan melalui kanal YouTube rumahfiqih yang diupload 22 April 2018 lalu.

Ulama Mashab Syafii dan Hambali kata Ustadzah Isnawati mengharamkan wanita haid berwudhu karena wudhu itu hakekatnya mengangkat hadast kecil. Niat dari berwudhu itu jika diartikan adalah saya berniat berwudhu untuk mengangkat hadast kecil.

Sedangkan perempuan sedang haid kondisinya sedang berhadast besar. Biarpun berwudhu tidak terangkat hadastnya meskipun sudah berwudhu. Kecuali sudah berhenti haidnya.

Lebih lanjut diuraikan oleh Ustadzah Isnawati, shalat sebagai ibadah rutinitas harian yang wajib dikerjakan saja diperintahkan untuk berhenti tidak dikerjakan bahkan haram dikerjakan saat haid apalagi ibadah menjaga wudhu yang sifatnya menunaikan sunnah Nabi.

"Memang berwudhu ini ada ketentuannya yakni mengikuti sunnah Nabi. Tapi saat haid ditinggalkan karena sia-sia (jika dikerjakan), karena bagaimanapun tidak terangkat hadastnya," kata Isna.

Hal ini ditegaskan oleh Imam al-Nawawi:

"Para ulama mazhab kami (Syafiiyah) sepakat bahwa tidak dianjurkan bagi wanita haid atau nifas melakukan wudhu karena wudhunya tidak berdampak menghilangkan hadas keduanya. Kecuali apabila darahnya sudah berhenti (sedangkan dia belum mandi suci), maka hukumya seperti orang junub."

Berbeda halnya jika darah haid atau menstruasi tersebut sudah berhenti tetapi belum mandi. Wanita tersebut meski dalam kondisi haid tetapi boleh wudhu bahkan menjadi menjadi sunnah sebelum mandi janabah. "Kalau seperti ini (sudah berhenti haid) tetapi belum mandi janabah, maka dibolehkan berwudhu sebelum mandi," katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved