Breaking News:

Palembang Zona Kuning, Dinkes Imbau Warga Tetap Jaga Prokes

Meskipun status kota Palembang telah menjadi zona kuning, Dinas Kesehatan Kota Palembang terus meminta agar masyarakat tetap menjaga protokol

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Prawira Maulana
TRIBUN SUMSEL/RAHMALIYA
Plt Kadinkes Kota Palembang, dr Fauziah MKes. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Meskipun status kota Palembang telah menjadi zona kuning, Dinas Kesehatan Kota Palembang terus meminta agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat.

PLT Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Fauziah mengatakan, dari 14 indikator BNPB tersebut dinilai Kota Palembang sudah membaik. 

"Ya, ini kabar baik yang kita terima saat ini kita berada di zona kuning dari sebelumnya zona orange. Artinya kondisi kita semakin membaik," ungkap dia, Sabtu (11/9/2021).

Diantaranya dari tingkat kematian menurun, tingkat kesembuhan meningkat dan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) menurun.

"Pertanggal 5 September dari peta resiko BNPB kita Palembang dinyatakan zona kuning atau resiko rendah," katanya.

Selain itu dari evaluasi harian peta resiko Kementerian Kesehatan (Kemenkes), level PPKM Kota Palembang tingkat tiga. Dimana saat ini sedang diperpanjang sampai 20 September.

"Ini akan terus dievaluasi, di sektor hulu perlu dikuatkan penerapan 5 M. Berkat kita semua yang menerapkan Protokol kesehatan dengan baik zona menurun menjadi kuning," katanya.

Kata dr Sisi, sapaan akrabnya kesadaran masyarakat akan disiplin protokol kesehatan cukup tinggi. Namun, walaupun begitu tetap juga harus diperhatikan saat dimana pun kita berada harus tetap menerapkan prokes.

Menurutnya, meskipun seseorang sudah divaksin bukan berarti tanpa protokol kesehatan. "Walaupun sudah vaksin ya tetap jaga prokes itu nomor satu," ungkap dia.

Saat ini, per 10 September  yang sudah vaksin dosis satu 37,82  persen atau 480.684 dan dosis dua 24,21 persen atau 306.389.

"Kita juga terus mengupayakan agar mendapatkan stok vaksin lebih banyak. Setiap minggu kita dapat 20 ribu dosis dan kebanyakan memang diperuntukam untuk dosis dua," pungkasnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved