Breaking News:

Berita PALI

Berulangkali Curi Itik di PALI, Dua Bujangan Asal Prabumulih Ngaku untuk Modal Pacaran

Dua orang tersebut merupakan spesialis pencuri ternak itik yang sudah meresahkan warga di Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI.

SRIPOKU/REIGAN
Dua tersangka pencurian Itik saat diamankan di Mapolsek Tanah Abang Polres PALI, Rabu (8/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI --  Suparjo alias Bejo (34) dan Alkad (31) yang tercatat sebagai warga Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih diamankan Tim Tapak Rimau Unit Reskrim Polsek Tanah Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Pasalnya, Dua orang tersebut merupakan spesialis pencuri ternak bebek yang sudah meresahkan warga di Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI.

Hal ini lantaran, kedua pria Bujangan ini nekat mencuri puluhan bebek untuk modal berpacaran.

Namun, aksi Bejo dan Alkad terpergok Tim Tapak Harimau Unit Reskrim Polsek Tanah Abang saat sedang beraksi di Desa Sedupi pada Minggu (5/9/2021) sekitar pukul 03.30 WIB.

Dari tangan keduanya berhasil diamankan barang bukti berupa 15 ekor bebek yang sudah dimasukkan dalam karung dan satu unit motor Honda Scoppy warna putih yang digunakan untuk beraksi.

Dalam satu kali beraksi keduanya berhasil mencuri puluhan bebek di empat desa. Seperti saat ditangkap, keduanya beraksi di Desa Sedupi, Desa Curup, Desa Pandan dan Desa Sukaraja.

"Kami sudah dua kali mencuri bebek. Kami beraksi dari pukul 02.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB. Dalam semalam kami bisa mencuri 15 sampai 18 ekor bebek," ucap terangka Bojo, Rabu (8/9/2021).

Dituturkannya, bebek-bebek yang mereka curi lalu dijual di pasar di Kota Prabumulih dengan harga satu ekor Rp40 ribu.

"Uangnya kami gunakan untuk modal berpacaran, beli rokok dan jajan," tutur keduanya yang mengaku belum menikah ini.  

Sementara korban Almadi (30), warga Desa Sedupi mengaku dirinya sudah sering kehilangan ternak bebek miliknya semenjak sebelum bulan puasa lalu.

"Pernah dalam seminggu tiga kali aku kehilangan puluhan bebek. Kalau ditotal semenjak bulan puasa sudah ada 100 ekor lebih aku kehilangan bebek. Pas yang malam kedua orang itu beraksi jumlah bebek aku ada sekitar 60 ekor," ungkapnya.

Kapolres PALI, Rizal Agus Triadi SIk melalui Kapolsek Tanah Abang, AKP Bambang Julianto SH didampingi Kanit Reskrim Ipda Sefryanto SH mengatakan, penangkapan kedua tersangka bermula dari adanya informasi warga yang resah karena sering kehilangan ternak bebek, lalu pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

Baca juga: Banyak Siswa Terjatuh dari Motor, Akses Jalan ke SMKN 1 Tanah Abang PALI Becek dan Licin

"Pas anggota kita melakukan penyelidikan ternyata kedua tersangka sedang beraksi sehjngga kita langsung melakukan penangkapan. Sebenarnya ada 10 lokasi tempat kedua tersangka beraksi bukan empat lokasi seperti pengakuan tersangka, karena banyak warga yang mulai melapor ke kita," tukasnya. (SP/REIGAN)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved