Berita PALI

Banyak Siswa Terjatuh dari Motor, Akses Jalan ke SMKN 1 Tanah Abang PALI Becek dan Licin

jalanan menuju SMKN 1 Tanah Abang Kecamatan Tanah Abang Kabupaten begitu sulit dilintasi. 

Editor: M. Syah Beni
Facebook
Kondisi akses jalan menuju SMKN1 Tanah Abang Desa Raja Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI menjadi licin ketika diguyur hujan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI -- Pemerintah saat ini telah memberikan kesempatan untuk pihak sekolah melakukan proses pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) pada sebagian wilayah sejak pekan kemarin. 

Begitu pula dengan pihak sekolah yang berada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang telah mulai melakukan PTMT sejak pekan kemarin. 

Namun demikian, cuaca dengan intensitas hujan sedang yang kerap mengguyur wilayah Bumi Serepat Serasan sejak satu pekan kemarin, membuat jalanan menuju SMKN 1 Tanah Abang Kecamatan Tanah Abang Kabupaten begitu sulit dilintasi. 

Sejumlah siswa yang baru menggelar PTM terbatas serta pihak guru SMK yang ada di Desa Raja harus bersusah payah menempuh jalan licin dan berlumpur menuju sekolahnya. 

Okta Puspita salah seorang guru Bahasa Inggris di SMKN 1 Tanah Abang mengaku sangat kesulitan menuju lokasi gedung sekolahnya.

Pasalnya, berada di pinggiran Desa Raja Kecamatan Tanah Abang berjarak 1 Km dari jalan poros. 

Namun, demikian, jelas Okta, hanya separuh jalan yang sudah cor beton. 

Sementara sekira sejarak 500 meter tanah merah. 

"Apabila diguyur hujan. Tentu jalan tanah merah ini menjadi licin. Sehingga tak jarang mengalami kecelakaan lalulintas. Jarak yang seharusnya bisa ditempuh dengan waktu hanya lima menit, terkadang menjadi molor satu jam," ungkap Okta, Minggu (5/9/2021).

Akses jalan menuju sekolah, bisa dengan melewati kebun karet warga.

Bahkan, warga yang tinggal di gubuk kecil tengah kebun, kerap membantu jika salah satu kendaraan yang tak bisa melintas atau mengalami kendala.

Kondisi tanah merah dilalui, sehingga mengakibatkan tanah tersebut dengan tebal menyelimuti ban kendaraan bermotor. 

"Terkadang ada Bapak-bapak (Dikebun) itulah yang menolong. Kalau orang di pondokan tersebut sudah pulang, yah terpaksa duduk menunggu pengendara lain melintas untuk minta tolong motornya ditarik jika sulit melintas," jelasnya.

Dirinya menceritakan, pada Rabu (1/9/2021) kemarin saat hujan deras, ia kesulitan menuju sekolah, sehingga mengalami kecelakaan dan banyak berkas yang ia bawa menjadi basah kuyup.

Dijelaskan, jalan menuju sekolahnya ada tiga akses. Namun jalan tanah dari Desa Raja dinilai lebih dekat. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved