Menuju Herd Immunity

Digelar Mulai 6 September, Vaksinasi Pelajar di Palembang Dilakukan di Sekolah Agar Lebih Tertib

Walikota Palembang, H Harnojoyo menuturkan vaksinasi untuk usia remaja dapat dilakukan di sekolah, sehingga dapat lebih tertib.

Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM/SRI
Walikota Palembang Harnojoyo menjelaskan vaksinasi pelajar di Kota Palembang direncanakan dilakukan di sekolah tidak terpusat di satu lokasi agar lebih tertib dan menghindari kerumunan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah Kota Palembang terus mengupayakan percepatan vaksinasi termasuk vaksinasi untuk pelajar. Apalagi pembelajaran tatap muka untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) segera dimulai pada 6 September dan sebelumnya menggelar tatap muka untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) pada Senin (30/8/2021) lalu.

Walikota Palembang, H Harnojoyo menuturkan vaksinasi untuk usia remaja dapat dilakukan di sekolah tidak terpusat di satu lokasi, sehingga dapat lebih tertib. Selain itu vaksinasi di sekolah masing-masing sekolah juga bertujuan menghindari kerumunan.

"Kita terus upayakan agar pastikan vaksin yang kita terima mencukupi untuk semua masyarakat. Begitu juga untuk siswa, soal mekanismenya nanti Dinkes yang atur. Tapi saya rasa dilakukan di sekolah juga lebih baik karena lebih teratur," katanya, Kamis (2/9/2021). Harnojoyo mengatakan, target vaksinasi untuk Kota Palembang mencapai 1,2 juta, dimana saat ini capaian sudah 31 persen.

"Namun, meski sudah divaksin harapan kami penerapan prokes harus selalu diutamakan guna menjaga kesehatan. Di sekolah disiapkan Satgas Covid-19 dan kita sudah cek sekolah yang siap dengan prokes dapat mulai laksanakan PTM," katanya.
Berdasarkan data Dinkes Kota Palembang, jumlah capaian vaksinasi remaja untuk usia 12-17 tahun mencapai 39 persen atau 15.629 remaja yang telah di vaksinasi.

Plt Kabid Kesmas Dinkes Kota Palembang, dr Mirza Susanty mengatakan, rencananya vaksinasi untuk siswa akan dimulai dalam waktu dekat. Tahap awal, SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 10 dengan jumlah siswa 1.500 yang akan divaksinasi. "Vaksinasi untuk siswa ini sistemnya digelar sentra bersama dengan BIN pada 6-9 September mendatang dengan jumlah dosis 5.600 yang diterima oleh BIN," katanya.

Dina, wali murid SMP Negeri 34 Palembang mengatakan, sebagai orangtua ia menilai vaksinasi memiliki banyak manfaat, meskipun masih ada juga orangtua yang khawatiran. Namun vaksinasi ini penting untuk meningkatkan imunitas terlebih bagi persiapan jelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
"Anak saya sudah divaksinasi waktu Kusuma Bangsa dan OJK mengadakan vaksinasi massal untuk remaja Juli 2022 melalui pendaftaran online. Sistem yang dibuat panitia cukup membantu orangtua, karena sebelumnya ikut antrian di salah satu rumah sakit sangat kacau," katanya.

Dina juga turut mengimbau agar orangtua tak perlu ragu untuk mengajak anak vaksinasi karena apabila terpapar COVID-19 tak begitu parah kondisinya. "Alhamdulillah anak saya setelah vaksin pertama sempat terpapar covid-19 dan ia tidak merasakan gejala berarti. Begitu pun setelah vaksin juga tidak ada gejala. Vaksinasi saya nilai membentuk antibodi tambahan untuk mengatasi jika terpapar covid-19, "katanya.

Baca juga: Realisasi Vaksinasi di OI Capai 15,04 Persen, 48.222 Orang Sudah Vaksin, Update 4 September 2021

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy menambahkan, kalau untuk guru wajib divaksin, namun untuk Siswa tidak ada keharusan untuk divaksin.

"Jadi vaksinasi untuk siswa atau remaja ini tergantung ketersediaan vaksin di Kabupaten/Kota masing-masing," kata Lesty.

Menurutnya, vaksinasi siswa sekolah sasarannya termasuk dalam kategori remaja. Pihak sekolah yang ingin melakukan vaksinasi bisa berkoordinasi dengan puskesmas setempat. Namun tergantung dengan ketersediaan vaksin yang ada.

Wajib Prokes Sejak Datang Sampai Pulang ke Rumah

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Palembang untuk tingkat SD dan SMP karena berada dibawah naungan Pemerintah Kota Palembang akan memulai 6 September mendatang. Pelaksanaannya akan bertahap.

"Jadi tak semua sekolah langsung gelar tatap muka tapi bertahap. Untuk tahap awal ini ada 30 SMP dan 5 SD disetiap kecamatan yang terdiri dari 3 negeri dan 2 swasta yang akan menggelar PTM terbatas," ujarnya, Jumat (3/9/2021).

Kata dia, jika di tahap pertama pelaksanaan PTM berjalan baik maka akan membuka tahap kedua bagi sekolah yang siap dan lulus dari verifikasi tim gugus tugas.

"Mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, SOP yang harus dipatuhi dan lain sebagainya," jelas dia.

Kata Zulinto, sesuai SOP yang ada siswa saat mengikuti PTM terbatas harus diawasi dengan ketat terkait prokesnya.

"Seperti saat memakai masker semenjak datang ke sekolah sampai pulang sekolah," tegasnya.

Siswa pun harus membawa bekal minuman dan makanan sendiri dari rumah.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved