Breaking News:

Berita Banyuasin

Warga Sumber Marga Telang Sulap Buah Nipah Jadi Tepung dan Manisan, Juara 2 Tingkat Nasional

Buah nipah yang terlihat tidak berharga, diolah menjadi tepung dan manisan hingga memiliki nilai ekonomis.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Camat Sumber Marga Telang Hasanul Hak bersama tim penggerek PKK Sumber Marga Telang menunjukan kue dan makanan lainnya yang dibuat dari bahan tepung buah nipah, Rabu (1/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Selama ini, pohon nipah hanya dimanfaatkan daunnya saja untuk dibuat atap. Namun, berkat ide yang muncul dari masyarakat Desa Talang Lubuk dan Desa Terusan Dalam, ternyata buah nipah yang selama ini dianggap tak ada gunanya bisa memiliki nilai jual.

Hal ini, dibuktikan dari hasil yang ditunjukan di stand Kecamatan Sumber Marga Marga Telang di Festival Pangan Lokal dan Rempah di Graha Sedulang Setudung, Rabu (1/9/2021).

Buah nipah yang terlihat tidak berharga, diolah menjadi tepung dan manisan hingga memiliki nilai ekonomis. Dari sinilah, dua desa ini mulai memanfaatkan buah nipah sebagai penghasilan tambahan rumah tangga mereka.

Camat Sumber Marga Telang Hasanul Hak mengungkapkan, Sumber Marga Telang diberikan kekayaan pohon nipah yang sangat berlimpah. Ide munculnya buah nipah untuk dijadikan tepung, setelah dilakukan uji coba dari dua warga desa tersebut.

"Ternyata, hasilnya tidak kalah dengan tepung tapioka, tepung sagu dan tepung gandum. Nilai gizinya juga ada, karena tepung buah nipah ini sudah kami ikutkan lomba di tingkat nasional dan menjadi juara dua nasional. Ini yang menjadi ciri khas dari Kecamatan Sumber Marga Telang," kata Hasanul.

Buah nipah yang tua serta umbut pohon nipah, bisa dijadikan tepung yang memiliki nilai jual tinggi. Sedangkan, untuk buah nipah yang muda bisa dijadikan manisan.

Memang, untuk mengubah buah nipah tua menjadi tepung, butuh proses yang cukup panjang. Setidaknya, membutuhkan waktu tiga hari agar bahan dasar yang berasal dari buah tadi bisa menjadi tepung buah nipah.

"Proses menggiling buah untuk dijadikan tepung itu yang lumayan banyak memakan waktu. Karena, menggilingnya masih tradisional. Penggilingan buah nipah juga dilakukan dua kali, agar benar-benar halus. Baru nantinya dijemur, hingga kering dan menjadi tepung. Menjemurnya juga masih memanfaatkan panas matahari, jadi semuanya sementara ini memanfaatkan alam," katanya.

Tepung buah nipah, lanjut Hasanul bisa dibuat berbagai panganan. Karena tepung, bisa diolah menjadi berbagai kue. Kue yang dihasilkan juga dihasilkan menggunakan tepung buah nipah sama seperti tepung pada umumnya.

"Untuk pemasaran masih tradisional, dari mulut ke mulut. Sekarang, saya juga tengah menjajaki untuk pemasaran melalui media sosial. Nantinya, kami berencana menggandeng pihak lain, agar tepung ini juga bisa dipasarkan tidak hanya di Banyuasin tetapi sampai ke luar Banyuasin," pungkasnya.

Baca juga: Sungsang Kenalkan Wisata Mancing di Laut Lepas, Nelayan Antar Wisatawan Naik Perahu Pompong

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved