Pilpres 2024
Petinggi PDIP dan Gerindra Bertemu Siang Ini, Isu Prabowo-Puan di Pilpres 2024 Menyeruak ?
Perjanjian batu tulis yang diinisiasi oleh Megawati dan Prabowo pada 2009 lalu tampaknya direalisasikan pada Pilpres 2024.
TRIBUNSUMSEL.COM - Perjanjian batu tulis yang diinisiasi oleh Megawati dan Prabowo pada 2009 lalu tampaknya direalisasikan pada Pilpres 2024.
Seperti diketahui perjanjian itu salah satunya adalah mengusung Prabowo sebagai capres pada pilpres 2014.
Kenyataan di lapangan, PDIP malah mengusung Jokowi sehingga bisa menjadi presiden dua periode.
Isu yang menyeruak, Prabowo dan Puan akan dipasangkan sebagai kandidat calon presiden dan wapres pada 2024.
Diketahui, PDI-P dan Gerindra kini sama-sama menjadi partai pendukung pemerintah setelah kedua partai berhadap-hadapan dalam Pemilihan Presiden 2014 dan 2019 lalu.
Hubungan kedua partai ditengarai akan terjalin hingga Pemilihan Presiden 2024 mendatang karena Muzani pernah menyebut partainya membuka peluang berkoalisi dengan PDI-P untuk mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada 2024 mendatang.
"Hubungan kami yang baik dengan PDI-P, saudara-saudara semua tahu. Sejak beliau belum ditetapkan Menhan sampai sekarang, baik, tidak ada masalah," ucap Muzani, Kamis (27/5/2021), dikutip dari Kompas.tv.
"Itu jadi kemungkinan adanya peluang untuk dimungkinkannya Pak Prabowo maju bersama PDI Perjuangan," ujar dia.
Di sisi lain, Hasto menyampaikan partainya juga membuka diri untuk mewujudkan kemungkinan koalisi tersebut.
"Kami membuka diri, pernyataan dari Mas Muzani mungkin karena melihat bagaimana kedekatan hubungan antara Pak Prabowo dengan Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Hasto dalam sebuah diskusi yang digelar PARA Syndicate, Jumat (28/5/2021).
Pertemuan
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto akan menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani beserta rombongan di kantor pusat DPP PDI-P, Jakarta Pusat, Selasa (24/8/2021).
Hasto mengatakan, pertemuan ini merupakan silaturahmi antara kedua partai dan tidak akan membahas isu-isu tertentu secara spesifik.
"Pertemuan ini untuk menjalin silaturahmi, komunikasi. Apalagi PDI Perjuangan dan Partai Gerindra saat ini bersama di dalam koalisi yang mendukung pemerintahan Pak Jokowi dan Kiai Maruf Amin," kata Hasto dalam siaran pers, Selasa.
Hasto mengatakan, partainya membuka diri untuk berdialog dengan seluruh partai, organisasi masyarakat, dan seluruh anak bangsa.
"Sebagai pertemuan politik, tentu saja ada pemahaman terhadap agenda bagi masa depan bangsa dan negara, termasuk bagaimana bersama-sama menggelorakan semangat gotong royong untuk mengatasi pandemi," ujarnya.
Ia menyebutkan, situasi pandemi Covid-19 membuat pertemuan fisik menjadi sangat terbatas dan digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Hasto didampingi sejumlah pimpinan DPP PDI-P yakni Yasonna Laoly, Komaruddin Watubun, Djarot Saiful Hidayat, Sadarestuwati, Eriko Sotarduga, Utut Adianto, dan Bambang Wuryanto.
Hasto mengatakan sebagai tuan rumah, PDI-P menyajikan menu khusus untuk Sekjen Gerindra dan rombongan yang akan datang.
"Kami menyajikan sayur lodeh tujuh rupa yang merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat, khususnya di Yogyakarta. Biasanya ini dilakukan sebagai semacam bagian dari doa ketika wabah atau bencana terjadi. Kita berharap pandemi Covid-19 ini segera bisa diatasi bersama dengan bergotong royong," kata Hasto.