Berita Lubuklinggau
Pelaku Tiga Orang, Pencurian Kursi Rotan di Majapahit Lubuklinggau Terekam CCTV
aksi pencurian kursi rotan terjadi di teras rumah Asep Sukenda Egok warga Jalan Pioner No.110 RT.8 Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur I.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM,LUBUKLINGGAU- Akhir-akhir ini warga di Kota Lubuklinggau Sumsel dibuat geger dengan maraknya aksi pencurian kursi rotan di teras rumah.
Kali ini, aksi pencurian kursi rotan terjadi di teras rumah Asep Sukenda Egok warga Jalan Pioner No.110 RT.8 Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur I.
Akibat kejadian tersebut Asep kehilangan dua kursi rotan, aksi pencurian kursi rotan itu pun terekam CCTV.
Asep Sukenda Egok, saat ditemui di rumahnya menjelaskan aksi pencurian kursi di teras rumahnya sempat viral. Karena ia sengaja membagikan rekaman CCTV aksi pencurian tersebut ke media sosial.
"Aksi pencurian kursi ini terjadi Minggu (15/8/2021) sekitar pukul 03.31 WIB. Jam tujuh pagi, saat keluar rumah saya lihat kursi rotan di teras sudah hilang,” ungkap Asep pada wartawan, Kamis (19/8/2021).
Ia kemudian membuka rekaman CCTV, terlihatlah ada tiga orang yang melakukan pencurian.
Pelaku pertama yang mengenakan jaket hoodie dan celana pendek pink, melompati pagar.
"Pelaku ini mengambil kursi dan menyerahkan ke temannya yang berada di luar pagar. Setelah mengambil tiga buah kursi, mereka pergi mengendarai sepeda motor," ujarnya.
Mereka bertiga berbagi tugas satu mengambil kursi, satu orang menunggu diluar, dan satu orang lagi menunggu di sepeda motor.
Setelah ia membagikan rekaman CCTV itu, ternyata bukan hanya ditempatnya, namun kejadian yang sama juga terjadi di Jalan Kayu Merbau Kelurahan Taba Lestari Kecamatan Lubuklinggau Timur I.
"Saya lihat pencurian di Jalan Kayu Merbau Kelurahan Taba Lestari, diduga orang yang sama. Karena berdasarkan rekaman CCTV, terjadi Minggu (15/8/2021) sekitar pukul 04.41 WIB," ujarnya.
Asep yang membuka usaha foto kopi dan ATK mengaku sengaja tidak melapor ke polisi, karena kerugian yang dialami tidak seberapa.
Baca juga: Jumlahnya Dua Kali dari Kapasitas, Napi di Lapas Lubuklinggau Belum Ada Yang Terpapar Covid-19
Hanya saja menurutnya, aksinya bisa saja dialami korban lainnya.
“Bingung juga, mereka kumpulkan di mana kursi itu? Untuk apa? Jangan-jangan ada komplotannya," paparnya.
Bahkan, di wilayah tempat tinggal mereka sebulan terakhir memang agak rawan, pasalnya tabung gas elpiji 3 Kg milik tetangganya juga hilang di curi.
"Punya tetangga juga hilang tapi gas elpiji untuk jualan molen mini, ada juga kemarin hilang mesin penyedot air," ungkapnya.