Kasus Sumbangan 2 Triliun

Ditanya Hasil Pemeriksaan Kapolda Sumsel Kasus Sumbangan Rp 2Triliun, Kabid Humas Polda: No Comment

Polda Sumsel masih belum bersedia angkat bicara terkait pemeriksaan yang dilakukan tim Wasriksus Itwasum Mabes Polri, Kamis (5/7/2021).

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi belum mau komentar terkait proses pemeriksaan Kapolda Sumsel pada kasus sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio, Kamis (5/8/2021). 

Termasuk untuk hasil pemeriksaan swab yang dilakukan Dinkes terhadap Heriyanti juga masih belum diketahui.

"Saya belum melihat hasil swab yang dilakukan Dinkes . Tapi insyaallah kalau bisa segera kita lakukan klarifikasi lanjutan maka akan kita lakukan," ujarnya.

"Sama seperti surat yang sudah kita kirim ke PPATK dan Bank Indonesia juga belum ada balasan. Kita juga masih menunggu itu," katanya menambahkan.

Sebagai informasi tambahan, hingga berita ini diturunkan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri masih menjalani pemeriksaan oleh
tim Wasriksus Itwasum Mabes Polri di gedung promoter Mapolda Sumsel.

Untuk diketahui tim Wasriksus Itwasum tiba di Mapolda Sumsel pukul 15.03 WIB.

Kapolda Minta Maaf

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri akhirnya memberikan tanggapan terkait kehebohan rencana dana bantuan sebesar Rp.2 triliun dari keluarga mendiang Akidi Tio, Kamis (5/8/2021).

Dalam konfrensi pers tak sampai 10 menit tersebut, Irjen Pol Eko Indra Heri menyampaikan permintaan maafnya. Dia didampingi Kabid Humas Polda Sumse, Kombes Pol Supriadi. 

Dalam kesempatan tersebut Irjen Pol Eko Indra Heri juga menjelaskan semua yang dilakukannya semata-mata untuk masyarakat Sumsel. Karena itu katanya bagi masyarakat yang ingin menyumbang memberi bantuan jangan mundur.

"Jangan mundur, jangan ragu. Tebarkan saja kebaikan, Tuhan Yang Maha Esa yang akan menilai. Tetap tebarkan kebaikan," katanya.

Baca juga: Hoaks Sumbangan Rp 2 Triliun, Pakar Hukum Pidana UMP Ungkap Heriyanti Anak Akidi Tio Bisa Dipidana

Di awal konfrensi pers, Kapolda meminta maaf.

"Oleh karena itu saya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, kepada Kapolri, dan kepada seluruh anggota Polri," kata Kapolda Sumsel memulai pernyataannya. Juga permohonan maaf pada masyarakat Sumatera Selatan.

"Kelemahan saya sebagai individu, manusia biasa. Ini terjadi karena ketidak hati-hatian saya selaku individu ketika mendapatkan informasi dari awalnya ibu Kadinkes menghubungi saya yang menyatakan ada sumbangan dari keluarga Akidi yang disampaikan oleh bapak Profesor Hardy," katanya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri meminta maaf atas kegaduhan yang menyelimuti rencana pemberian dana bantuan dari keluarga mendiang Akidi Tio, Kamis (5/8/2021). 
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri meminta maaf atas kegaduhan yang menyelimuti rencana pemberian dana bantuan dari keluarga mendiang Akidi Tio, Kamis (5/8/2021).  (SHINTA)

Irjen Pol Eko lalu menyatakan ia bersedia menerima amanat itu karena janji pemberi untuk menanggulangi covid di Sumsel.

Kapolda juga mengaku memang mengenal keluarga Akidi utamanya Ahong anak pertama Akidi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved