Darurat Covid 19

Kasus Harian Melonjak, RSMH Berencana Tambah 40 Tempat Tidur Isolasi Covid-19

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Muhammad Hoesin berencana akan menambah tempat tidur bagi pasien Covid-19 sebanyak 40 tempat tidur.

Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Gedung Rumah Sakit Umum Pusat Muhammad Hoesin Palembang. RSMH Palembang berencana menambah 40 tempat tidur. 

Laporan Rachmad Kurniawan

TRIBUNSUMSEL, PALEMBANG - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Muhammad Hoesin berencana akan menambah tempat tidur bagi pasien Covid-19 sebanyak 40 tempat tidur sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus harian.

Direktur Utama RSUP Muhammad Hoesin Dr Bambang Eko Sunaryanto mengatakan, tingkat BOR isolasi pasien Covid-19 saat ini mencapai 80 hingga 85 persen. Sedangkan khusus ICU Covid-19 berkisar 90-100 persen.

"Dari 299 tempat tidur isolasi Covid-19, 30 tempat tidur diantaranya khusus ICU Covid-19. Rencananya akan kami tambah 40 lagi pekan depan sehingga total tempat tidur mencapai 340 tempat tidur," jelas Bambang Eko kepada Tribunsumsel.com, Jumat (30/7/2021).

Dari 30 tempat tidur ICU Covid-19, 4 diantaranya sudah menggunakan alat bantu nafas HNFC. Sedangkan 26 tempat tidur memakai ventilator.

Karena BOR ICU sudah tinggi, ia menjelaskan pihaknya akan merujuk pasien ke rumah sakit yang ruang ICU nya masih kosong.

"Atau kami tempatkan dulu sementara di ruang isolasi biasa, kami menyampaikan ke keluarga pasien untuk sabar antre dulu sampai menunggu penghuni ICU sudah ada yang keluar, " jelasnya.

Ia mengakui belum bisa menambah ruangan tempat tidur ICU bagi pasien Covid-19 dikarenakan memakan biaya yang besar.

"Susah untuk nambah ICU, karena butuh ruangan yang bertekanan negatif. Renovasi ruangan untuk satu tempat tidur bertekanan negatif memakan biaya Rp500 juta. Kalau nambah 20 ruangan sudah Rp20 miliar. Ketika ditambah tidak mungkin kan tempat tidur itu akan kosong? Ya pasti penuh, " tegasnya.

Pihaknya terus berupaya menambah kapasitas tempat tidur pasien Covid-19 agar BOR tetap terjaga. Hal ini mengingat kasus harian yang terus bertambah, laporan pada 29 Juli kemarin, ada 1.000 lebih kasus baru.

"Dua bulan lalu hanya 133 tempat tidur, sekarang sudah 299 tempat tidur. Yang jelas tempat tidur non Covid-19 kami korbankan menjadi tempat tidur khusus pasien Covid-19. Tidak mungkin gudang atau rawat inap di renovasi karena memakan akan biaya besar, " tutur dia.

Selama penanganan pandemi Covid-19, sekitar 150-200 orang tenaga kesehatan RSMH terpapar. Dua diantaranya meninggal dunia di tahun ini.

"Rata-rata sembuh dengan isolasi mandiri karena mereka sebelumnya telah mendapatkan vaksin, " pungkasnya.

Baca juga: Viral di Medsos, Puskesmas Sosial Tutup Petugas Pergi Melayat, Pasien Covid-19 Tak Bisa Laporan

Ikuti Kami di Google Klik

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved