Berita OKU Timur

I Nyoman Ananta Dinyatakan Negatif Covid Dalam Waktu Cepat, Ini Penjelasan Direktur RSUD OKU Timur

I Nyoman Ananta Sumanata dinyatakan batal mengibarkan merah putih di Istana negara setelah sempat positif Covid 19.

Penulis: Edo Pramadi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EDO PRAMADI
Direktur RSUD OKU Timur, dr Sugi Hartono mengomentari hasil tes PCR dari I Nyoman Ananta yang negatif dalam waktu singkat sebelumnya sempat positif. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - I Nyoman Ananta Sumanata dinyatakan batal mengibarkan merah putih di Istana negara setelah sempat positif Covid 19.

Ia dinyatakan terinfeksi virus tersebut setelah melakukan tes PCR di salah satu rumah sakit di Palembang, Jumat (23/7/2021) namun tanpa gejala.

Dari pengakuan Nyoman, berselang beberapa hari kemudian ia melakukan tes PCR kembali yakni di RSUD OKU Timur pada Senin (26/7/2021).

Hasilnya pun mengejutkan, ia memperoleh hasil negatif.

Siapa sangka, dalam kurun waktu yang begitu cepat hanya berselang dua hari, Nyoman sudah dinyatakan sembuh dari Covid 19.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD OKU Timur dr. Sugihartono, M.Sc mengungkapkan, ia belum mendapatkan laporan bahwa Nyoman pernah melakukan tes PCR di RSUD yang ia pimpin tersebut.

"Akan saya pastikan, nanti dicek," kata dr Sugi saat dikonfirmasi via sambungan telepon, Selasa (27/7/2021).

Namun, menanggapi tentang perubahan status pasien dari positif menjadi negatif Covid 19 dalam kurun waktu beberapa hari seperti yang terjadi pada Nyoman, dr Sugi menyatakan, hal itu bisa saja terjadi.

"Memungkinkan juga kalau memang kondisi badannya fit, itu bisa juga terjadi walaupun jarang, hal itu bisa terjadi pada orang - orang yang tanpa gejala," kata Direktur RSUD OKU Timur ini.

Lebih lanjut dr Sugi menjelaskan, hasil lab dari pemeriksaan pada pasien ada istilahnya positif palsu dan negatif palsu.

"Hal itu diperoleh misalnya kalau kerja dari alat itu kurang pas itu bisa juga walaupun tingkat akurasinya sangat tinggi, tapi itu kecil sekali kemungkinanya," bebernya.

Ia mencontohkan, misal ada orang yang tanpa gejala melakukan tes PCR dan dinyatakan positif lalu tes lagi beberapa hari kemudian dan dinyatakan negatif.

"Bisa saja terjadi pada orang yang tanpa gejala, meskipun jarang," tutupnya.

Baca juga: Curhat I Nyoman Ananta Gagal Kibarkan Merah Putih di Istana Negara Gegara Covid, Hanya Bisa Pasrah

Ikuti Kami di Google Klik

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved