Banyak Tenaga Kesehatan di Lubuklinggau Terpapar, Dinkes Rekrut Relawan Kesehatan

Saat ini tenaga kesehatan (nakes) di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) yang bertugas di sejumlah rumah sakit

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Prawira Maulana
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Cik Wi, Kepala Dinas Kesehatan Lubuklinggau. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Saat ini tenaga kesehatan (nakes) di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) yang bertugas di sejumlah rumah sakit dan puskesmas banyak terpapar Covid-19.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau sudah 200 lebih nakes terpapar Covid-19, dari jumlah yang terpapar ini ada yang sudah sembuh dan ada juga yang masih menjalani isolasi.

Kondisi itu membuat Kota Lubuklinggau kekurangan nakes. Apalagi saat ini kota ini menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarkat (PPKM) Level 4 dan
membuat rumah sakit (RS) rujukan untuk pasien Covid-19 sehingga butuh tambahan nakes.

Untuk mengatasi itu, Dinkes akhirnya menggandeng perguruan tinggi untuk melakukan rekrut relawan kesehatan yang akan diperbantukan untuk penanganan Covid-19 di Kota Lubuklinggau.

Kadinkes Kota Lubuklinggau, Cikwi menyampaikan bersama wali kota
telah mendatangi Poltekes milik pemerintah yang ada di Kota Lubuklinggau untuk meminta bantuan relawan kesehatan.

"Kemarin kita sudah meminta bantuan nakes dengan Poltekes yang baru lulus, dengan persyaratan punya STR untuk kita jadikan relawan kesehatan," ungkapnya pada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Ia menyebutkan sejauh ini dari 20 relawan yang dibutuhkan Dinkes baru terpenuhi 18 orang, saat ini pihaknya masih menunggu dan berharap kuota tersebut segera terpenuhi.

"Harapannya dengan adanya tambahan relawan nakes ini kita berharap pekerjaan para nakes di lapangan menjadi mudah, apalagi kalau nakes kita banyak yang terpapar," ungkapnya.

Sementara apabila melakukan rekruitmen CPNS instan sangat tidak mungkin dan akan menyalahi aturan,  makanya munculah ide relawan pembantu sebagai antisipasi bila banyak nakes di Lubuklinggau kembali terpapar.

"Terus kita juga mengajukan rumah sakit petanang sebagai rumah sakit rujukan khusus penanganan Covid-19, alasan dipilih petanang karena bila RS Siti Aisyah kasian yang lain," ungkapnya.

Mengingat RS Siti Aisyah bukan hanya melayani khusus Covid-19 saja melainkan juga pasien umum seperti penyakit jantung dan dokter-dokternya pun sudah lengkap di Siti Aisyah.

"Jadi setidaknya paling-paling penanganan di RS Siti Aisyah itu 80 pasien Covid-19 dan sisanya pasien umum masih bisa berobat," ujarnya. (Joy). 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved