Berita Palembang
Arab Saudi Terima Jemaah Umrah Luar Negeri Mulai 10Agustus, Ini Respon Pengusaha Travel di Palembang
Arab Saudi membuka pintu ibadah umrah bagi jamaah dari luar negeri mulai 10 Agustus 2021 mendatang, ini direspon pengusaha travel umrah di Palembang.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah Arab Saudi akan membuka pintu untuk ibadah umrah bagi jamaah dari luar negeri mulai tanggal 10 Agustus 2021 mendatang. Hal ini pun direspon pengusaha travel umrah di Palembang.
Tanggapan yang disampaikan sejumlah travel umrah yang ada di Palembang, mereka belum akan memberangkatkan calon jamaah.
Pasalnya, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi jemaah luar negeri khususnya dari Indonesia sebelum masuk ke negara Arab, yaitu harus karantina 14 hari di negara ketiga.
Kepala Regional travel Umrah PT Al Shafwah Wisata Mandiri (Smarts Umrah) Sumsel, Bengkulu dan Jambi Muhammad David Aksan mengatakan, masih adanya syarat- syarat tertentu itu maka akan menjadi biaya yang dikeluarkan akan semakin besar, sehingga kemungkinan besar belum akan memberangkatkan calon jamaah umrah dalam waktu dekat.
"Memang buka, tapi untuk calon jemaah Indonesia bersama 8 negara lainnya belum diizinkan langsung masuk ke Arab Saudi. Kalaupun harus maksa masuk harus masuk ke negara ketiga untuk isolasi 14 hari," kata David, Selasa (27/7/2021).
David mencontohkan, jika ada warga Indonesia yang naik umrah maka harus transit dan isolasi dulu di negara Malaysia, dan apakah Malaysia siap menampung saat ini.
"Cuma Indonesia kemungkinan bukanya setelah penanganan pandemi kita bagus, dan masalahnya hanya di situ. Kalau vaksinasi kita sudah mendekati 60 persen, kemungkinan Indonesia langsung dibuka," capnya.
Selain itu, calon jemaah sendiri harus wajib divaksin dan vaksin sinovac sudah diakui oleh WHO per 1 Juni 2021. Namun, ia tak menampik ada wacana ke depan, meski sudah divaksin dua kali nanti tetap akan divaksin satu kali lagi yang diwajibkan Arab Saudi setiap calon jemaah umrah untuk suntik vaksin Covid-19 dengan dosis lengkap Pfizer, Moderna, Astrazeneka atau Johson dan Johnson (J&J).
"Memang ada wacana boster, dimana calon jamaah yang sudah divaksin sinovac dua kali, ditambah satu kali lagi vaksin dari Prizer, Moderna, Astrazeneka atau J&J. Tapi itu masih wacana, regulasinya masih diatur," tuturnya.
Dengan begitu ia optimis keberangkatan calon jemaah umrah dari Indonesia nanti, kemungkinan bisa dilakukan pada Oktober atau November mendatang.
"Sekarang kita belum umrah, dan kita fokus untuk calon jemaah kita untuk vaksin dulu kalau nanti berangkat. Jadi Agustus ini belum termasuk," tandasnya.
Ditambahkan David, dengan kurun waktu sekitar 1 tahun 6 bulan travel umrah maupun haji tidak boleh memberangkatkan jamaahnya ke Arab Saudi, jelas menjadikan beberapa travel yang ada harus gulung tikar. Namun, karena Smarts Umrah sendiri merupakan provider visa terbesar di Indonesia bisa tertolong karena terdapat unit usaha lainnya.
"Tapi kami kebetulan punya usaha sampingan, kita punya usaha importir kurma, terus ada usaha cuci sepatu dan kopi kekinian yang selama ini back up operasional sehari- hari dan kita bisa bertahan," tandasnya.
Hal senada diungkapkan Kepala Bidang Haji dan Umrah DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPURI) Sumsel H Harrie Madhona STTP.
Menurutnya, Indonesia memang salah satu dari sembilan negara yang belum diizinkan masuk ke Arab Saudi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kepala-regional-travel-umrah-smarts-umrah-sumsel-bengkulu-dan-jambi-muhammad-david-aksan.jpg)