Berita Muratara
Mata Arsyad Korban Kebakaran di Desa Lawang Agung Berkaca-kaca,Hanya Bisa Selamatkan Motor dan Kursi
Mata Arsyad (62) berkaca-kaca saat melihat puing sisa kebakaran rumahnya. Api membakar rumahnya di Kampung 8 Desa Lawang Agung, Rupit, Muratara.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Mata Arsyad (62) berkaca-kaca saat melihat puing sisa kebakaran rumahnya.
Api membakar sebuah rumah permanen milik Arsyad di Kampung 8 Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Kejadian itu terjadi, Jumat (23/7/2021), sekira pukul 03:00 WIB dini hari tadi saat penghuni rumah tengah lelap tertidur.
Barang-barang berharga yang ada dalam rumah itu kini jadi arang. Arsyad hanya bisa menyelamatkan sepeda motor dan kursi.
"Habis semua, cuma sempat keluarkan motor sama kursi," tutur Arsyad, dijumpai saat mengais-ngais sisa kebakaran rumahnya.
Arsyad irit bicara. Sesekali dia mengusap matanya. Dia seakan belum percaya rumah satu-satunya itu habis terbakar.
Arsyad terus mengais sisa kebakaran. Entah apa yang dicarinya. Namun dari raut wajahnya terlihat jelas kesedihan.
Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti dari mana api pertama kali muncul. Arsyad terbangun melihat api sudah membesar.
Arsyad langsung menyelamatkan istri, anak, dan tiga orang cucunya. Mereka semua selamat dari jilatan api.
Berdasarkan keterangan tetangga korban yang sempat melihat awal mula api muncul pertama kali dari WC.
Diduga terjadi korsleting listrik di WC rumah korban. Api langsung membakar plafon rumah hingga menghanguskan semuanya.
"Yang pertama kali lihat api itu anak saya, api itu muncul dari WC, langsung bakar plafon, terus menyambar kandang ayam di samping WC," cerita tetangga Arsyad di lokasi kejadian.
Api menghanguskan rumah Arsyad kurang dari satu jam. Warga berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Rumah yang terbakar dalam insiden ini hanya satu. Beruntung ada jarak antara rumah korban dengan rumah warga lainnya.
"Kami masih bersyukur api tidak menyambar rumah kami. Warga sinilah yang padamkan. Mobil pemadam kebakaran ada yang datang, tapi posisi api sudah padam," kata tetangga korban.