Idul Adha 2021

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Secara Singkat, Sejarah Awal Idul Adha atau Idul Kurban

Sejarah Idul Adha tak terlepas dari kisah pengorbanan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah SWT

Editor: Wawan Perdana
Twibbonize/ retni wijayanti/ Y Dwi Santoso
Foto Ilustrasi : Twibbon kartu ucapan selama Idul Adha 2021. Peringatan Idul Adha tak terlepas dari kisah pengorbanan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah SWT. 

Dilansir dari laman bdm.ukm.um.ac.id, hari penyembelihan telah tiba namun ternyata parang yang sudah di tajamkan tersebut menjadi tumpul saat ditempelkan ke Ismail.

Nabi Ismail as berkata “Wahai ayahku! Rupa-rupanya engkau tidak sampai hati memotong leherku karena melihat wajahku, cobalah telungkupkan aku dan laksanakanlah tugasmu tanpa melihat wajahku”.

Nabi Ibrahim menuruti perkataan putranya tersebut namun hal itu tidaklah berguna. Parang itu tetap tumpul dan tak mampu sedikit pun menyakiti Nabi Ismail As.

Di sinilah terungkap bahwa apa yang diperintahkan Allah SWT. Tersebut adalah ujian untuk Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sejauh mana cinta dan ketaatan mereka terhadap Allah SWT.

Dan mereka membuktikannya, keduanya lulus dari ujian yang maha berat itu.

Baca juga: 35 Kata-kata Mutiara, Ucapan dan Caption Selamat Idul Adha 1442 H/2021, Bermakna dan Menyentuh

Nabi Ibrahim as telah menunjukkan kesetiaan yang tulus dengan pengorbanan putranya untuk berbakti melaksanakan perintah Allah sedangkan Nabi Ismail AS tidak sedikit pun ragu atau bimbang dalam melaksanakan kebaktiannya kepada Allah dan kepada orang tuanya dengan menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan.

Nabi Ibrahim merasa bingung karena gagal melaksanakan tugas yang diembannya, pada saat itu turun wahyu Allah dengan firmannya : “dan kami panggillah dia : Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpimu itu sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan besar”.

Kemudian sebagai ganti nyawa Nabi Ismail as yang telah diselamatkan itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim as menyembelih seekor kambing yang telah tersedia disampingnya dan segera dipotong leher kambing itu oleh beliau dengan parang yang tumpul di leher putranya tadi itu.

Dan inilah asal permulaan sunnah berQurban yang dilakukan oleh umat islam pada setiap hari raya Idhul Adha di seluruh dunia.

Dari cerita di atas semoga kita bisa meneladani sifat Nabi Ibrahim As. Dan Nabi Ismail As. Yang begitu Sabar taat dan rela berkorban untuk Allah SWT. Tuhan semesta alam

Mengapa Idul Adha disebut Lebaran Haji?

Selain Hari Raya Kurban, Idul Adha juga disebut sebagai Lebaran Haji, karena sejak 9 Dzulhijah, umat Islam yang menunaikan ibadah Haji sedang melaksanakan ritual haji yang paling utama yaitu wukuf di Padang Arafah.

Wukuf adalah ritual haji yang mengajarkan umat Islam untuk meninggalkan aktivitasnya sejenak agar dapat merenungkan diri, seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim setelah menerima perintah dari Allah SWT untuk mengorbankan anaknya, Nabi Ismail.

Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji, disunnahkan untuk melakukan ibadah puasa Arafah pada tanggal yang sama, yaitu 9 Dzulhijah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dan Tribun Jogja

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved