Idul Adha 2021

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Secara Singkat, Sejarah Awal Idul Adha atau Idul Kurban

Sejarah Idul Adha tak terlepas dari kisah pengorbanan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah SWT

Editor: Wawan Perdana
Twibbonize/ retni wijayanti/ Y Dwi Santoso
Foto Ilustrasi : Twibbon kartu ucapan selama Idul Adha 2021. Peringatan Idul Adha tak terlepas dari kisah pengorbanan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah SWT. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Tiba waktunya bagi umat muslim merayakan Idul Adha 10 Dzulhijah 1442 atau 20 Juli 2021.

Idul Adha sering kali disebut Idul Kurban. Sebab pada hari itu, umat Islam diperintahkan Allah SWT untuk melaksanakan kurban.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS Al-Kautsar (108):1-2).

Tahukah bagaimana sejarahnya Idul Adha atau Idul Kurban ini?

Idul Adha tak terlepas dari kisah pengorbanan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Kisah ini bermula saat Nabi Ibrahim belum juga memiliki keturunan setelah bertahun-tahun menikah dengan Siti Sarah.

Sarah kemudian mempersilakan suaminya untuk menikah dengan Siti Hajar, yang merupakan pembantu di keluarga Ibrahim.

Dari pernikahannya dengan Hajar, Nabi Ibrahim dikaruniai seorang putra yang kemudian diberi nama Ismail. Ismail menikmati masa kanak-kanaknya dan sangat disayangi ayahnya.

Namun pada suatu ketika, tepatnya pada malam 8 Zulhijah Nabi Ibrahim bermimpi didatangi seseorang yang membawa pesan dari Tuhan, yang berisi perintah untuk menyembelih anaknya.

Nabi Ibrahim pun kaget dan muncul keraguan padanya, apakah perintah itu memang dari Tuhan atau tidak. Pada 8 Zulhijah itu, Nabi Ibrahim merenung mengenai benar atau tidaknya perintah tersebut.

Di kemudian hari, kejadian mimpi ini diperingati umat Islam dengan mengerjakan puasa sunah hari tarwiyah (hari merenung).Malam berikutnya, Nabi Ibrahim kembali mendapat mimpi yang sama.

Pada mimpi yang kedua ini, Nabi Ibrahim semakin yakin bahwa perintah tersebut memang berasal dari Allah SWT.

Oleh karena itu pada tanggal 9 Zulhijah, umat Islam memperingatinya dengan puasa hari arafah (hari pengetahuan), yakni hari ketika Nabi Ibrahim mengetahui pesan yang berisi perintah menyembelih anak.

Lalu pada tanggal 10 Zulhijah, Nabi Ibrahim membawa Ismail untuk dikurbankan. Ismail pun bersedia dikurbankan, karena meyakini bahwa perintah itu datangnya dari Allah SWT.

Selama di perjalanan, Nabi Ibrahim dan Hajar dikisahkan diganggu setan, yang ingin menggagalkan rencana tersebut. Mereka kemudian melempari setan yang menggoda dengan batu.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved