Breaking News:

Polsek Muara Kuang

Beredar di Medsos, Permainan Biliar di Desa Suka Cinta Ogan Ilir Ditutup Polisi

Aktivitas permainan biliar yang berlokasi di Desa Suka Cinta, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir ditutup Polsek Muara Kuang Polres Ogan Ilir

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Polsek Muara Kuang
Kapolsek Muara Kuang, Ipda Hendri Rozin (dua dari kanan) berbicara dengan pemilik permainan biliar di Desa Suka Cinta, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir yang diduga menimbulkan kerumunan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Adanya laporan warga mengenai permainan biliar yang kerap menjadi tempat nongkrong siswa sekolah dan menimbulkan kerumunan, membuat polisi bertindak. 

Selain laporan warga, aktivitas permainan biliar yang berlokasi di Desa Suka Cinta, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir ini juga beredar di media sosial. 

Kapolsek Muara Kuang, Ipda Hendri Rozin mengatakan, keberadaan permainan biliar ini selain mengalihkan fokus belajar siswa, juga menimbulkan kerumunan. 

"Seperti kita ketahui di masa pandemi ini dilarang berkerumun karena berpotensi menularkan virus," kata Hendri didampingi Kanit Reskrim Polsek Muara Kuang, Aipda Mansur, Minggu (18/7/2021). 

Hendri beserta jajarannya lalu mendatangi lokasi permainan biliar yang dimaksud. 

Tiba di lokasi, petugas mendapati dua buah meja biliar lengkap dengan stik dan bola-bolanya.

"Sudah berapa lama (siswa sekolah) main di sini?" tanya Hendri kepada pemilik permainan biliar. 

Pemilik mengaku sudah sejak enam bulan terakhir lapak biliar tersebut sepi pengunjung. 

Kepada pemilik, Hendri meminta agar menutup tempat permainan biliar tersebut.

"Tidak boleh ada kerumunan. Kami mengimbau ini (tempat permainan biliar) ditutup," ujar Hendri. 

Polisi juga mengamankan enam buah bola biliar sebagai barang bukti. 

Baca juga: Kunjungi Mapolres Ogan Ilir, PJU Polda Sumsel Laksanakan Serangkaian Kegiatan Terkait Covid-19

Kepada para orang tua khususnya di wilayah hukum Polsek Muara Kuang, Hendri mengimbau agar tak membiarkan anak-anak datang ke tempat yang menimbulkan kerumunan. 

"Kepada para orang tua, masyarakat pada umumnya, diimbau tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Selain protokol kesehatan mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker, juga perlu menghindari kerumunan serta membatasi mobilitas," jelasnya. 

Sementara pemilik permainan biliar bernama Muhtar akhirnya menutup lapak permainan tersebut. 

"Saya sebenarnya sudah melarang anak-anak datang. Tapi kalau malam, mereka sendiri yang datang ke sini dan cuma main handphone," kata Muhtar. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved