Breaking News:

Menuju Herd Immunity

Masyarakat Umum Susah Dapat Vaksin Tapi Banyak Perusahaan Gelar Vaksin Masal, Ini Tanggapan Kadinkes

Kasus positif Covid19 di Indonesia semakin meningkat. Untuk itu pemerintah mengencarakan program vaksinasi. 

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Prawira Maulana
LINDA
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy, Kamis (8/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kasus positif Covid19 di Indonesia semakin meningkat. Untuk itu pemerintah mengencarakan program vaksinasi. 

Namun sayangnya stok vaksin yang ada masih terbatas, sehingga masyarakat umum masih sulit mendapatkan vaksin. Tapi di sisi lain banyak juga perusahaan-perusahan mengadakan vaksinasi masal.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Lesty Nurainy mengatakan vaksin masih tetap terbatas.

"Misal ada yang kerjasama seperti OJK ataupun Polri itukan juga bisa untuk masyarakat umum," kata Lesty saat dikonfirmasi, Jumat (16/7/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, berbagai kerjasama dilakukan untuk mencapai cakupan vaksinasi. Untuk yang kerjasama ini sasarannya sudah jelas.

"Jadi tujuan utama yang dilakukan mempercepat vaksinasi. Dengan adanya vaksinasi masal dari berbagai pihak kita juga terbantu, misal mereka menyediakan tempat dan lain sebagainya," katanya 

Sementara itu Kabid SDK Dinkes Provinsi Sumsel Dr. Icon Harizon menambahkan.

"Kalau untuk perusahaan mekanismenya bisa melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Vaksin memang bertahap datangnya, pelayanan juga bertahap di layanan," katanya.

Menurut Dokter Icon, sekarang memang sudah dibuka semua sasaran bisa vaksin di puskesmas wilayah setempat, namun tetap melihat ketersediaan vaksin.

Sedangkan untuk Faskes yang ada di Kabupaten/Kota biasanya untuk kebutuhan vaksinnya mengusulkan  lewat aplikasi khusus yang memang dibuat untuk kebutuhan di Kabupaten/Kota.

"Ketika Kabupaten/Kota mengajukan maka Kemenkes juga akan menilai dari pemakaian vaksin hariannya di Kabupaten/Kota tersebut. Jadi yang menentukan tetap pusat, ketika disetujui sekian banyak vaksin nantinya langsung dikirim ke Kabupaten/Kota," jelasnya.
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved