Berita Palembang
Massa CIC Sumsel Minta Kejati Usut Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya Mengalir ke Anggota DPRD
CIC Sumsel menduga ada aliran dana untuk para anggota DPRD Sumsel untuk persetujuan APBD, karena dana hibah Masjid Sriwijaya dibahas oleh DPRD.
"Karena persetujuan anggaran berjamaah dan melibatkan banyak pihak," katanya.
Proses penganggaran ini diduga melibatkan banyak orang. Tentunya ada penolakan dan abstain karena besarnya anggaran yang dialokasi untuk pemberian hibah.
Lelang pembangunan Masjid Sriwijaya pada bulan Juli 2015 dan ditetapkan pemenang lelang kemudian September 2015 permintaan pencairan dana hibah oleh Yayasan selanjutnya November NPHD dan Desember 2015 dicairkan.
Proses kilat penganggaran dana hibah tidak mungkin tanpa adanya upeti kepada oknum anggota DPRD Sumsel.
"Kami berharap semoga tidak ada yang dilindungi dan ditutupi karena melindungi atau menutupi salah sebesar biji zarah pembangunan rumah Allah maka semua amal ibadah akan di hapus oleh Allah dan dilaknat seumur hidup.
Baca juga: Gerakan 5M Cegah Covid, Gubernur Sumsel Herman Deru Minta Kedepankan Pendekatan Humanis
Sementara itu, Kasi C Kejati Sumsel Chandra Kirana yang menerima para aksi demonstrasi menyatakan, apa yang disampaikan oleh para demonstrasi akan disampaikan kepada pimpinan.
"Bahwa proses penyidikan terus berjalan, dan berkas 4 tersangka yang telah ditahan akan segara disidangkan di PN Palembang Minggu depan,"kata Chandra.
Sesuai dengan prinsipnya terhadap nama- nama yang disampaikan, bahwa penyidikan itu berdasarkan alat bukti apakah alat bukti mengarah ke sana para penyidik lah yang tahu.
"Silahkan dikawal dan ikuti proses sidang nanti,"ujarnya. (sp/fiz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/demo-cic-ke-kejati-sumsel-soal-dugaan-korupsi-masjid-sriwijaya.jpg)