Breaking News:

Berita Prabumulih

Atasi Parkir Liar, Dishub Prabumulih, Lurah dan Bhabinkamtibmas Gunung Ibul Tertibkan Kantong Parkir

Lurah Kelurahan Gunung Ibul bersama Dinas Perhubungan dan Bhabinkamtibmas melakukan penertiban kantong parkir.

Penulis: Edison | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EDISON
Lurah Gunung Ibul bersama Kepala UPTD Parkir dan kepolisian ketika melakukan penertiban parkir-parkir tanpa izin di Prabumulih, Jumat (16/7/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Untuk menertibkan banyaknya parkir liar dan ilegal yang tidak memiliki izin dan mengatasi kesemrautan di pinggir jalan, Lurah Kelurahan Gunung Ibul bersama Dinas Perhubungan dan Bhabinkamtibmas melakukan penertiban kantong parkir.

"Kita mendapat laporan jika di wilayah kita banyak titik-titik parkir sementara ketika kita koordinasikan dengan Dishub hanya beberapa memiliki izin makanya kita lakukan penertiban," ungkap Fitriyadi yang merupakan Lurah Kelurahan Gunung Ibul ketika diwawancarai, kemarin.

Fitriyadi menuturkan penertiban dan tinjau lapangan parkir itu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah kota Prabumulih. "Kalau banyak parkir ilegal atau tanpa izin Dishub dan tidak menyetor maka tidak akan menghasilkan PAD bagi Kota Prabumulih, kalau memiliki izin tentu mereka setoran dan masuk ke kas daerah," tuturnya.

Lebih lanjut Fitriyadi mengaku hasil pengamatan pihaknya untuk diKkelurahan Gunung Ibul terdapat sekitar 10 titik kantong parkir yang berpeluang memberikan tambahan PAD bagi kota Prabumulih. "Kalau kita lihat ada sekitar 10 titik lagi berpeluang menjadi kantong parkir bisa menambah PAD," katanya seraya menuturkan dalam kesempatan itu turut dilakukan sosialiasi parkir kepada masyarakat dan pedagang.

Fitriyadi mengaku, pihaknya meminta kepada pemilik toko atau usaha yang nantinya ada parkir dan dipilih oleh dinas terkait agar menerima, sehingga warga yang membayar parkir benar-benar masuk ke kas negara. "Karena sesuai aturan titik-titik yang layak jadi tempat parkir akan dijadikan parkir dan petugas diberi SK, tujuannya meningkatkan pendapatan daerah," lanjutnya.

Baca juga: Besok Jembatan Ogan 3 di Pemulutan OI Mulai Ditutup Selama 3 Bulan, Berikut Ini Jalan Alternatif

Sementara itu Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan, Helman Agus SE MM mengatakan mereka bersama pihak kelurahan mensosialisasikan dan menertibkan titik parkir ilegal agar tidak menyebabkan kemacetan dan melanggar aturan.

"Kita lakukan penertiban sesuai Perda nomor 5/2011 tentang perparkiran dan perwako no 52/2020 tentang parkir di tepi jalan umum," katanya.

Helman menuturkan, sosialisasi dilakukan berupa larangan-larangan parkir seperti parkir dua baris, parkir di jarak enam meter dari persimpangan dan hal lainnya.
"Seperti di sini (simpang 4 Gunung Ibul-red), parkir semestinya tidak boleh jarak 6 meter dari persimpangan karena akan menimbulkan kemacetan dan parkir-parkir ilegal juga tidak boleh," katanya.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved