Berita OKI

Lebaran Kurban Tinggal 14 Hari Lagi, Pedagang Keluhkan Lesunya Pembelian Hewan Kurban di OKI

Penjual Hewan Kurban di OKI mengeluhkan minimnya pembeli sapi atau kambing Menjelang hari raya Idul Adha 2021.

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Zahri, salah satu penjual sapi dan kambing kurban asal Kelurahan Kutaraya, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir mengeluhkan penjualan menurun ditengah situasi pandemi Covid-19, Selasa (6/7/2021) siang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG --Menjelang hari raya Idul Adha, biasanya dimanfaatkan umat muslim untuk berburu hewan kurban bagi yang mampu berkurban.

Hal ini tentunya memberikan semangat bagi sejumlah peternak dan penjual hewan untuk mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Biasanya peternak sudah mempersiapkan hewan kurban yang hendak dijual, mulai dari perawatan dan juga pakan serta vitamin hewan yang bertujuan agar hewan yang hendak dikurban ini dalam kondisi sehat serta memiliki bobot yang layak untuk bisa dikurbankan.

Namun ditengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini begitu mempengaruhi penjualan hewan kurban.

Menurunnya jumlah pemesan ini dikeluhkan para peternak peternak.

Zahri, penjual sapi dan kambing kurban asal Kelurahan Kutaraya, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir mengeluhkan penjualan menurun ditengah situasi pandemi Covid-19. 

Dirinya mengaku sudah lebih dari 10 hari berjualan. Belum satupun sapi dagangannya dipesan oleh pembeli.

"Total dikandang ini ada 42 ekor sapi. Meskipun lebaran kurban tinggal 14 hari lagi akan tetapi belum ada satupun yang laku terjual. Sedangkan dari stok 50 ekor kambing yang ada, baru terjual 4 ekor saja," jelasnya menceritakan keadaan kepada Tribunsumsel.com, Selasa (6/7/2021) siang.

Lebih lanjut disampaikan, padahal tahun 2020 lalu, setengah bulan menjelang Hari Raya Idul Adha rata-rata pemesanan sudah mencapai 50 persen dari stok yang dimilikinya.

"Peminat kurban tahun ini sangat-sangat jauh menurun. Biasanya hari seperti ini sudah ada puluhan ekor sapi dan kambing yang telah diambil calon pembeli kerumahnya masing-masing," katanya.

Zahri menyebut, dirinya menjual sapi kurban dengan rentang harga mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 40 juta.

Menurutnya harga tersebut justru lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Masih berlangsungnya situasi pandemi, ia pun tidak berani mendatangkan sapi kurban dalam jumlah yang banyak.

"Untuk stok yang ada sekarang aja, saya tidak yakin akan ludes terjual. Jadi ya lebih baik menjual yang ada dulu," 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved