Berita Empat Lawang
Petani Pepaya California Empat Lawang Tetap Bertahan Meski Harga Kurang Stabil
Petani pepaya california di Desa Sawah Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang mengeluhkan harga jual yang tidak stabil.
Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Harga jual buah pepaya california di Kabupaten Empat Lawang pada tingkat petani saat ini alami sedikit penurunan, berkisar pada Rp. 1500 hingga Rp. 1000 per kilogram.
Taufik salah satu petani pepaya california di Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang mengatakan saat ini dia menjual pepaya ke tengkulak atau pengepul dengan harga Rp. 1000 per kilogram.
"Kalau untuk sekarang saya jual langsung di kebun ke tengkulak itu harganya 1000 per kilo tapi kalau, talau saya antar sendiri ke lokasi tengkulak atau pengepul bisa 1200 per kilonya", Tutur Taufik, Selasa (29/06/2021).
Taufik sendiri telah 1,5 tahun lebih menanam pepaya dengan menggunakan lahan kurang lebih setengah hektar dimana di tiap minggunya biasa menghasilkan 500 hingga 700 kg pepaya.
"Cukup banyak kendala mulai dari berbagai penyakit seperti lalat buah, antrax, hama daun hingga tingginnya harga pupuk serta obat anti hama" Jelas Taufik.
Setiap kali panen per pekannya digunakan oleh Taufik sebagai kebutuhan sehari-hari disamping juga menanam kopi, dimana karena kopi panennya setahun sekali dirinya lebih fokus pada perawatan tanaman pepaya sedangkan untuk perawatan kopi lebih felksibel.
"Untuk pepaya california yang ada di kawasan desa Sawah ini rasanya lebih manis, teksturnya padat, kadar airnya pas, dan tidak cepat benyek atau busuk", Kata Taufik.
Mengenai kendala tingginya biaya perawtan pepaya Taufik mengeluhkan tingginya harga pupuk dimana saat ini dirinya dihadapkan dengan langkanya pupuk subur bersubsidi.
"Sekarang pupuk bersubsidi langka dimana harnganya lebih murah yakni 4 ribu hingga 5 ribu per kilo sedangkan untuk non subsidi cenderung lebih maha hampir 2 kali lipat harga subsidi yakni 8 ribu sampai 9 ribu, dimana kita per 2 bulannya butuh sekitar 100 kilogram pupuk", Sambungnya.
Selain pupuk pepaya juga membutuhkan obat hama, dimana berdasarkan penuturan Taufik per 2 minggu sekali akan dilakukan semprot yang dimana pada penyemprotan obat hama tersebut biasanya akan mengahabiskan dana sekitar 150 ribu hingga 200 ribu rupiah.
Baca juga: Petani Kopi di Pendopo Empat Lawang Pakai Doping Ganja Biar Kuat Kerja, Ditangkap Polisi
Sementara itu di lokasi yang sama Supar, pengepul pepaya yang kebetulan sedang membeli buah pepaya Taufik mengatakan
harga murah yang dialami oleh pepaya saat ini menurutnya merupakan efek dari pandemi Covid 19, dimana pasar menjadi sepi.
"Sebelum pandemi kalau kami bawa ke pulau Jawa harga di pasar itu bisa 5000 per kilo sedangkan di lahan kami beli dari petani 2000, kalau sekarang 3500 kalau dibawa ke Jawa dimana kami beli dikebun 1000", Ungkap pengepul pepaya asal desa Sawah yang biasa menbawa buah ini ke beberapa pasar induk yang ada di Sumatera Selatan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/pepaya-california-di-desa-sawah-kabupaten-empat-lawang.jpg)