Berita Mancanegara
Melihat Rencana Singapura Hidup Bersama Covid-19, Diperlakukan Seperti Flu dan Cacar Air
Fokus angka infeksi Covid-19 akan dialihkan ke penderita dengan gejala berat terutama yang dirawat di ruang intensif
TRIBUNSUMSEL.COM-Warga Singapura akan disiapkan hidup bersama Virus Corona atau Covid-19.
Tidak ada lagi lockdown dan karantina, semua aktivitas ekonomi akan kembali berjalan normal.
Pemerintah Singapura menerapkan kebijakan hidup bersama Covid-19 dengan alasan, virus ini diyakini tidak akan bisa dihilangkan.
Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi maka nanti dianggap sebagai endemik.
Dengan berstatus Endemik artinya virus corona SARS-CoV-2 tidak akan hilang dan akan terus ada di sekitar manusia dan populasi global selama beberapa tahun ke depan.
Covid-19 nantinya akan diperlakukan sama seperti penyakit endemik lainnya yakni flu dan cacar air.
Covid-19 pada fase endemik akan relatif konstan selama bertahun-tahun, dengan kambuh sesekali.
Sebelum hidup bersama dengan Covid-19, pemerintah saat ini sedang mempersiapkan blueprint atau cetak biru kebijakan itu.
Untuk diketahui, Singapura telah bertempur selama 18 bulan melawan Covid-19.
Baca juga: Kasus Covid-19 Pecah Rekor, Ini Gejala Virus Corona Varian Delta & Perbedaan dengan Flu Biasa
Singapura saat ini sedang menjalani transisi menuju kembali ke new normal setelah mencabut lockdown parsial yang diterapkan dari 16 Mei hingga 13 Juni.
Warga dapat kembali berkumpul bersama maksimal 5 orang dan bersantap bersama maksimal 2 orang.
Negeri Singa ini sempat diguncang oleh infeksi Covid-19 varian Delta pada akhir April lalu.
Sebelumnya selama 10 bulan, angka infeksi lokal konsisten mendekati nol.
Angka kasus komunal Covid-19 saat ini konsisten antara 10-20 kasus per hari dengan klaster terbesar berasal dari Pasar dan Pusat Makanan Bukit Merah di Singapura Tengah.
Data terakhir total kasus Covid-19 di Singapura adalah 62.530 kasus, di mana 143 pasien atau 0,23 persen saat ini dirawat di rumah sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/singapura-kehidupan.jpg)