Breaking News:

Penanganan Corona

Kepala Dinkes Sumsel: Sudah Divaksin Bukan Berarti Bebas Covid-19, Harus Tetap Menerapkan Prokes

Vaksin tidak bisa menjamin bakal tidak terpapar. Tapi setidaknya kalau sudah divaksin lalu kena Covid19, tidak separah yang belum divaksin.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
DOK TRIBUN SUMSEL
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini (tengah) menuturkan vaksin ini tujuannya bukan untuk agar terhindar dari Covid19. Namun dengan divaksin bisa ada antibodi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan vaksinasi masal. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menekan angka penyebaran Covid19.

Namun meskipun sudah divaksin bukan berarti bebas Covid19. Artinya potensi terpapar virus Covid19 tetap ada. Sebab sudah banyak juga yang sudah vaksin masih tetap terpapar Covid19.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Lesty Nurainy, yang sudah divaksin memang masih berkemungkinan terpapar Covid19.

"Vaksin ini tujuannya bukan untuk agar terhindar dari Covid19. Namun dengan divaksin bisa ada antibodi, jadi kalaupun kena Covid19 sudah ada yang bisa menangkal," kata Lesty, Sabtu (26/6/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, vaksin tidak bisa menjamin bakal tidak terpapar. Tapi setidaknya kalau sudah divaksin lalu kena Covid19, tidak separah yang belum divaksin. Dengan begitu juga mengurangi kematian.

"Vaksin ini efikasinya 65 persen untuk dosis pertama, lalu 93 persen untuk dosis kedua. Artinya masih ada kemungkinan terpapar, namun kalaupun terpapar tidak separah yang belum divaksin," katanya.

Untuk itu Lesty menghimbau kepada masyarakat meskipun sudah divaksin tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

"Untuk perkembangan kasus Covid19 terupdate pada 25 Juni 2021 ada penambahan 202 kasus baru. Ini termasuk yang tertinggi di bulan ini," ungkapnya.

Baca juga: Sumsel Uji Coba Program 1 Juta Dosis Vaksin per Hari, Ini Rincian Pembagian Per Kabupaten/Kota

Baca juga: Ribuan Orang Menyerbu Acara Vaksin Massal di Kayuagung, Ogan Komering Ilir

Menurut Lesty masih meningkatnya penyebaran Covid19 dikarenakan mobilitas masyarakat yang luar biasa. Lalu bisa juga menyebarnya kasus Covid19 karena adanya vairan delta. Sebab memang saat penyebaran Covid19 saat ini terbilang cepat.

"Kalau secara resminya kita belum dapat informasi terupdate apakah ada vairan delta di Sumsel. Baru ada yang bulan Desember 2020 dan Januari 2021 yang vairan B1617 di bulan, sampai saat ini belum ada lagi," katanya.

Untuk yang varian B1617 tersebut pun sudah dilakukan tracing dan sudah sembuh semua. Update terbaru belum ada lagi. Oleh sebab itu sudah ada laboratorium yang ditunjuk untuk melakukan penelitian terkait dengan vairan baru.

"Kita juga wajib mengirimkan sampel dengan gejala lain misal hasil CT nya rendah atau pergi ke daerah yang ada vairan deltanya dan lain-lain," jelasnya.

Sebagi informasi, CT Value adalah banyaknya jumlah siklus yang dihasilkan dalam mencari materi genetik virus dari sampel lendir atau hasil swab pasien COVID19.

"Kita harus merasa bertanggungjawab bersama-sama, kalau dari pemerintah melaksanakan 3T (Tracing, Testing dan Treatment) melalui PPKM mikro. Maka dihimbau kepada masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan" pesannya.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved