Berita OKU Selatan
Puncak Panen Kopi, Petani di OKU Selatan Dambakan Harga Rp 20 Ribu per Kilogram
Di puncak musim panen kopi, Petani di OKU Selatan mulai bergelut di kebun mereka, namun harga jual kopi belum seperti yang didambakan.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA--Di puncak musim panen buah kopi, komuditi petani kopi hampir di seluruh wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) mulai menyibukan diri sebulan terakhir memetik hasil panen buah kopi, Minggu (20/6/2021).
Alhasil, sebagai Kabupaten yang mayoritas tertinggi berpenghasilan sebagai petani kopi melakukan pemetikan buah kopi diwaktu puncaknya.
"Kalau memanen buah kopi yang sudah sejak beberapa bulan lalu, namun sekarang dalam puncak musim panen,"terang Budi petani Kopi di Kecamatan Sindang Danau OKU Selatan, Minggu (20/6/2021).
Baca juga: Update Penyebaran Covid di OKU Selatan Hari ini, Bertambah 7 Kasus Positif Baru
Ia menuturkan, proses panen kopi tahunan normalnya dilakukan sebanyak tiga kali pemetikan dengan jeda waktu satu hingga dua pekan.
Panen pertama permulaan yakni memetik buah kopi yang telah berwarna merah alias matang namun jumlah belum banyak.
Setelahnya, beberapa pekan ke depan yakni pemetikan tahapan kedua barulah pemanenan buah kopi yang dalam jumlah banyak dan sebagian buah kopi yang belum layak dipetik masih disisakan.
"Kalau yang awal pemetikan sedikit, sebab masih memilah buah yang sudah matang. kalau yang kali kedua buah yang bisa dipetik hampir seluruhnya, hanya menyisakan sedikit,"tambahnya.
Ditahap akhir, pemetikan kali ketiga disebut juga buah penghabisan.
Baca juga: Buron 7 Tahun, Pelaku Begal Anggota Polisi di OKU Timur Ditembak
Buah kopi yang ditinggalkan karena belum layak untuk dipetik dilakukan pemetikan di pemetikan tahap ketiga.
Sementara, untuk harga biji kopi saat ini belum memuaskan bagi para petani di harga Rp 17.000 hingga Rp 17.500 perkilogramnya.
Sebagai penghasilan tahunan para petani berharap harga kopi dapat stabil diharga Rp 20 ribu perkilo.
"Saat ini harga mentok kisaran Rp 17.500 perkilo paling lebih tinggi kisaran 100-200 perak, sementara kebutuhan semakin meningkat termasuk untuk biaya masuk sekolah anak,"ujar petani Setyo di Kecamatan Kisam Ilir. (SP/ALAN)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/petani-di-kecamatan-sindang-danau-tengah-memetik-buah-kopi.jpg)