Breaking News:

Berita Palembang

Kambang Iwak Ditutup, Pengunjung dan Pedagang Masih Ramai

Taman Kambang Iwak masih memberlakukan penutupan. Beberapa spanduk pengumuman penutupan area taman bagi pengunjung dan pedagang ka

Editor: Moch Krisna

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG — Taman Kambang Iwak masih memberlakukan penutupan.

Beberapa spanduk pengumuman penutupan area taman bagi pengunjung dan pedagang kaki lima pun telah terpasang di berapa titik di taman ini.

Meski demikian, pada Minggu (20/6/2021) pagi taman yang berada di Jalan Tasik ini masih ramai pengunjung.

Dari pengamatan Sripoku.com masih banyak pengunjung yang abai dengan protokol kesehatan seperti tidak mengenakan masker dan tak sedikit juga yang berkerumun.

Pengunjung di taman ini pun melakukan aktivitas yang beragam, mulai dari berolahraga seperti jalan santai dan joging, sekadar berswafoto hingga mencari sarapan.

Tia (19) pengunjung taman, mengaku tidak tahu soal penutupan taman di masa pandemi Covid-19. Dia datang ke taman ini dengan dua orang temannya untuk jalan santai sekaligus membeli menu makan pagi.

"Saya baru di Palembang. Mahasiswa baru. Baru pertama kali ke sini. Kita datang aja karena enggak tahu kalau taman ditutup," ujar Tia yang saat ini bertempat tinggal di kawasan Sekip.

Tak hanya Tia, ada pula Nita (38) yang turut serta datang ke taman publik ini bersama sang suami dan memboyong dua putrinya. Dia mengatakan, tak sengaja datang karena ingin memberikan hiburan di hari libur untuk putrinya yang bosan di rumah.

"Kami pilih ke tempat yang tidak ramai orang dan tetap pakai. Di tengah dekat jembatan itu ramai sekali," kata dia yang memilih duduk di area taman yang tak ramai orang.

Sementara Ruslan, pedagang konektor masker, menyebutkan, tetap waspada berjualan di kawasan taman yang tetap ramai pengunjung kendati saat ini penularan virus korona masih terus terjadi. Menurutnya, dengan mengenakan masker dan menjaga jarak dapat menghindarkannya dari potensi terpapar virus.

Pria yang sehari-hari saya berjualan di pasar Gubah ini menjajakan konektor masker rajin hasil karya sang istri. Pendapatannya pun lumayan yakni dapat mencapai Rp100 ribu lebih.

"Saya berjualan dengan cara berkeliling sehingga tidak berkumpul ramai. Ini lebih baik ketimbang menggelar lapak dan pembeli berkeliling di sekitar saya," jelas Ruslan.(*)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved