Darurat Covid 19
Permintaan WHO Untuk Indonesia Karena Berada di Peringkat 8 Kasus Covid-19 Terbanyak di Dunia
Permintaan WHO Untuk Indonesia Karena Berada di Peringkat 8 Kasus Covid-19 Terbanyak di Dunia
TRIBUNSUMSEL.COM - Pandemi Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia.
Bahkan, kasus positif Covid-19 masih terus terjadi.
Kini, penambahan kasus positif covid-19 di Indonesia menjadi perhatian dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
WHO meminta pemerintah Indonesia segera melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengingat pertambahan kasus positif covid-19 yang melonjak drastis.
"Dengan meningkatnya penularan karena variant of concern (yang perlu diwaspadai), diperlukan tindakan segera untuk mengatasi situasi di banyak provinsi," kata WHO dalam laporan situasinya, seperti dikutip Channel News Asia, Jumat(18/6/2021).
Indonesia mendeteksi tiga varian baru virus corona yang masuk kategori variant of concern.
Termasuk, varian Delta yang sangat menular dan ditemukan pertama kali di India.
Melansir data Satgas Covid-19, pada Kamis ada tambahan 12.624 kasus baru virus corona di Indonesia. Angka itu merupakan yang tertinggi sejak 30 Januari lalu, yang saat itu mencatat 14.518, rekor tertinggi sejak pandemi.
Tambahan kasus baru itu mengantarkan total infeksi virus corona di Indonesia menjadi 1.950.276, tertinggi di wilayah Asia Tenggara. Mengacu data WHO, sepanjang pekan lalu, jumlah kasus di Indonesia mencapai 55.320. Angka itu melonjak 37% dibanding kasus pekan sebelumnya sebanyak 40.280.
Kondisi ini membawa Indonesia masuk 10 besar negara dengan kasus tertinggi pada minggu kedua Juni 2021.
Saat ini Indonesia berada di urutan ke-8.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meminta pemerintah mengambil langkah tegas seiring semakin meningkatnya lonjakan kasus Covid-19 tiap hari.
Charles meminta pemerintah untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Angka penularan Covid-19 pasca-libur Lebaran 2021 semakin menggila. Pada Kamis (17/6), angka penularan dan kematian harian nasional mecetak rekor baru, yakni 12.624 kasus harian (tertinggi sejak 30 Januari 2021) dan 227 orang meninggal dunia (tertinggi sejak 3 April 2021)," ujar Charles.
Charles juga mengungkap bahwa angka keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) fasilitas kesehatan di hampir seluruh provinsi di Pulau Jawa sudah di atas batas yang ditetapkan WHO yakni 60%.