Breaking News:

Berita Ogan Ilir Hari Ini

BNNK Ogan Ilir Sinergi dengan Wartawan Perangi Narkoba Lewat Informasi Edukatif

Ikut sertanya awak media menyosialisasikan bahaya narkoba, kami berharap nantinya membantu menekan kasus-kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA
Jajaran BNNK Ogan Ilir berfoto bersama awak media dan Diskominfo Ogan Ilir, sesaat sebelum dimulainya workshop Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN) di Indralaya, Sabtu (19/6/2021) pagi pukul 08.00. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Ilir merasa perlu adanya edukasi bahaya narkoba lewat media massa secara masif.

Untuk itu, BNN mengundang puluhan jurnalis di Ogan Ilir dalam workshop bertemakan "Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN)."

Selain 21 orang jurnalis yang hadir, BNN juga menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ogan Ilir.

Kepala BNNK Ogan Ilir, AKBP Irfan Arsanto menyampaikan, dengan dilibatkanya media dalam kegiatan P4GN ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya narkoba.

“Dengan ikut sertanya awak media dalam menyosialisasikan bahaya narkoba ini, kami berharap nantinya dapat membantu menekan kasus-kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang tersebut,” kata Irfan di hadapan para awak media, Sabtu (19/6/2021) pagi.

Irfan juga mengungkapkan, hasil survei BNN pusat tahun 2020, Sumatera Selatan masuk 5 besar provinsi dengan kasus penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia.

Di Sumatera Selatan khususnya, penyalahgunaan narkoba menjadi permasalahan sosial ketiga setelah pencurian dan minuman keras (miras).

"Kami berharap workshop ini selain sebagai ajang silaturahim bagi kita semua, juga dapat menyatukan persepsi dan komitmen untuk sama-sama memerangi narkoba lewat cara, kemampuan dan kapasitas masing-masing," kata Irfan.

Kepala Diskominfo Ogan Ilir, Yohanas yang diwakili Kepala Bidang Kominfo Wahyudi mengatakan, peran pemerintah dalam P4GN belum begitu maksimal.

Namun ke depan akan ditingkatkan dan dimaksimalkan lagi dengan melibatkan awak media.

“Nantinya, kami akan lakukan koordinasi dan integrasi kepada para OPD (organisasi perangkat daerah) di Ogan Ilir agar pesan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba ini dapat terkampanyekan dan diserap oleh masyarakat secara baik,” jelasnya.

Bagi awak media, workshop ini sangat bermanfaat karena membuka pintu komunikasi dengan BNNK Ogan Ilir.

"Diharapkan ke hdepan makin terjalin relasi positif antara media dan BNN terkait informasi dan sosialisasi perihal bahaya narkoba," kata salah seorang jurnalis senior di Ogan Ilir, Sardinan Delisep.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved