Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Uang Palsu Beredar Di Lubuklinggau, Kapolres AKBP Nuryono Minta Warga Melapor

Kita meminta masyarakat untuk selalu waspada dan meminta masyarakat untuk segera melapor bila menemukan peredaran Upal dilingkungan sekitarnya.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono. 

TRIBUNSUMSEL. COM, LUBUKLINGGAU - Yudi (31) salah satu pelaku usaha fotokopi di Jl Fatmawati kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau Sumsel menjadi korban peredaran uang palsu.

Aksi penipuan tersebut terjadi Senin (14/6/2021) lalu ketika ada seorang ibu-ibu datang membeli buku di tempat usaha fotokopinya.

Ibu muda tersebut membeli buku seharga Rp 14 ribu, kemudian membayar menggunakan uang pecahan Rp 50 ribu, saat itu karena suasana sedang ramai Yudi langsung membayar kembaliannya sebesar Rp 36 ribu.

Yudi baru sadar kalau uang yang digunakan pelaku saat berbelanja adalah Upal setelah mencocokkan dengan uang pecahan Rp 50 ribu asli lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono mengimbau kepada masyarakat Lubuklinggau untuk mewaspadai peredaran Upal di Kota Lubuklinggau.

"Kita meminta masyarakat untuk selalu waspada dan meminta masyarakat untuk segera melapor bila menemukan peredaran Upal dilingkungan sekitarnya," ungkapnya pada wartawan, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Cerita PSK Lokalisasi Patok Besi Lubuklinggau, Tersisa 30 dari Ratusan, Ramai di Akhir Pekan

Baca juga: Pemerintah Pusat Kucurkan Rp 3 T Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat Banyuasin, Masuk Anggaran 2022

Nuryono menegaskan akan segera menindaklanjutinya dan akan segera memerintahkan Satreskrim Polres Lubuklinggau untuk menindaklanjutinya dan melakukan penyelidikan.

"Terkait maraknya peredaran uang palsu ini tentunya akan kami segera tindak lanjuti," ujarnya.

Kemudian ia menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati apabila menerima uang yang terlihat meragukan, mengingat Upal sangat bisa dibedakan dengan uang aslinya.

"Uang ini kan bisa secara sederhana dicek keasliannya dengan cara diraba, diterawang dan dilihat setelah menerima transaksi. Kalau ada indikasi segera laporkan," tegaskan. 

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved