Breaking News:

Berita Kriminal Palembang

Dikejar Lalu Ditabrak Korban, Dua Jambret Menyerah di Jalan Demang Lebar Daun Palembang

Dua penjambret handphone menyerah di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Selasa (15/6/2021) kemarin. Kedua dikejar dan ditabrak korbannya.

Editor: Yohanes Tri Nugroho

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kepolisian Sektor Ilir Barat I Palembang menangkap dua penjambret handphone yang beraksi di depan kafe Kopi Petang (Kotang) pada Selasa (15/6/2021) kemarin.

Dua pelaku penjambretan ini berinisial AB dan KR.

Kapolsek IB I, Kompol Roy Aprian Tambunan, mengatakan, sebelum dilaporkan kepada pihak kepolisian, dua pelaku tertangkap tangan oleh korbannya saat melakukan penjambretan gawai. 

"Sekira pukul 18.30 kami mendapat informasi masyarakat, dua pelaku tertangkap tangan mengambil hand phone korban dan melarikan diri ke arah Jl Demang Lebar Daun. Korban lalu mengejar dan pelaku ditabrak. Pelaku terjatuh lalu langsung diamankan oleh masyarakat," katanya, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Kerap Beraksi di Pakjo hingga Sukarami Palembang, Dua Jambret Meringis Kesakitan

Roy menjelaskan, dalam melakukan kejahatan tersebut salah satu pelaku, KR, memepet kendaraan korban penjambretan yang bernama Tarmizi yang saat itu tengah menggunakan hand phone saat berkendara.

Salah satu pelaku yakni AB, bertugas merampas hand phone korban.

Menurut dia, kedua pelaku penjambretan ini merupakan residivis yang sebelumnya pernah ditangani kasus lainnya di Polsek IB I Palembang. Kedua pelaku mengaku baru kali ini melancarkan aksi penjambretan. 

"Dua pelaku dikenakan pasal 365 KUHP untuk pencurian dengan kekerasan," ujar Roy. 

Baca juga: Kecelakaan di Jalan Palembang-Jambi, Senggolan Antara Truk Fuso dan Truk Angkutan, Sopir Terjepit

Sementara itu, pelaku AB menyebutkan,  penjambretan ini merupakan ketiga kalinya dia melakukan tindak kriminal. Sebelumnya, dia 

Abdi telah dihukum untuk pasal 351 KUHP penganiayaan karena menusuk dukun dan padal 363 KUHP untuk pencurian. 

"Dulu keponakan dukun itu nujah (menusuk) saya duluan. Saya balas dengan menusuk dia," ujar AB. 

Sementara KR menambahkan, di kasus hukum pertamanya dia diberi hukuman karena melakukan penusukan di depan Starbucks Kambang Iwak. 

Dua pelaku ini berencana menjual hand phone rampasan tersebut dan kemudian hasilnya dibagi rata untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, naas keduanya digelandang ke kantor polisi untuk menerima akibat dari perbuatannya. 

"HP nya akan kami jual untuk beli sayuran. Bukan untuk yang lain," kata KR.  (SP/JATI)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved