Berita Banyuasin
Ada Luka Tusuk di Dada Kiri Ligat Buruh Tebas, Kapolsek Betung AKP Yuliko: Korban Diduga Dibunuh
Iya, korban ini tewas diduga dibunuh. Kami sudah melakukan olah tempat kejadian dan saat ini kasusnya masih dalam penyelidika
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Kapolsek Betung AKP Yuliko Saputra yang langsung mendatangi lokasi dan ikut melakukan identifikasi terhadap korban Mardinator alias Ligat (30) yang ditemukan tewas diduga karena dibunuh.
Dugaan kuat warga RT 13 Dusun 1 Desa Taja Indah Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin ini dibunuh, karena dari hasil olah tempat kejadian perkara, di tubuh korban ada bekas luka tusuk di dada sebelah kiri. Selain itu, ponsel yang dibawa korban juga tidak hilang.
"Iya, korban ini tewas diduga dibunuh. Kami sudah melakukan olah tempat kejadian dan saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan," ujar Yuliko, Rabu (16/6/2021).
Lanjut Yuliko, dari keterangan saksi Bidin (55) bila korban ini mengambil upahan menebas dirimput di kebunnya. Pekerjaan tersebut sudah dilakukan korban sejak seminggu dikebun milik saksi.
"Dari keterangan saksi yakni Bidin yang juga pemilik kebun, korban datang ke rumahnya sendirian untuk mengambil upah tebasan. Pemilik kebun setuju, korban ini akhirnya menebas di kebun milik saksi," jelas Yuliko.
Baca juga: Pemilik Kebun Karet di Betung Banyuasin Kaget Temukan Mayat Pria, Alami Luka Tusuk
Sudah seminggu, korban menebas di kebun karet milik Bidin. Karena ingin melihat sejauh mana korban sudah menebas di kebunnya, Bidin memutuskan datang untuk melihat hasil kerja Ligat.
Ternyata, ketika sampai di kebunnya Bidin sempat tidak melihat korban. Karena penasaran, akhirnya Bidin berupaya mencari korban. Saat ditemukan, ternyata korban Ligat sudah tergeletak tak bernyawa. Melihat korban yang sudah tidak bernyawa itulah, Bidin melaporkan ke perangkat RT dan desa.
"Korban ini ditemukan sudah tidak bernyawa lagi. Sekitar pukul 20.00, pemilik kebun datang dan sempat mencari korban. Ternyata, pemilik kebun menemukan korban sudah tewas," pungkas Yuliko.