Mahfud MD Bikin Ngeri Usai Pernyataannya Tentang Koruptor Bersatu Lemahkan KPK, Kekuatan Lebihi RI1

Pernyataan Mahfud MD Soal Koruptor Bersatu Lemahkan KPK, Kekuatan Lebihi RI1, Buat Tokoh Ngeri

Editor: Slamet Teguh
KompasTV
Mahfud MD 

TRIBUNSUMSEL.COM - Menkopohukam Mahfud MD kembali mendapatkan kritikan.

Hal itu tak lepas usai pernyataannya sendiri.

Pernyataan Menkopohukam Mahfud MD bahwa para koruptor tengah bersatu menghantam KPK membuat publik bertanya-tanya.

"Tampaknya ada kekuatan yg melebihi Menkopolhukam (dan juga Presiden) “Koruptor kini bersatu untuk melemahkan KPK” …….atas nama Pancasila dan NKRI? ^ngeri euy…semoga gak ada tukang bakso kelamaan nongkrong depan komplek."

Pernyataan itu disampaikan Tokoh NU Gus Nadir pada akun twitternya, @na_dirs.

Hingga tulisan ini diturunkan komentar Gus Nadir sudah 257 di retweet dan disukai  771 orang.

"Kesimpulannya siapapun presidennya skrg ataupun nnti, jika mindset korup msih ada bersarang di eksekutif, legislatif dan partai maka bisa dipastikn mslh korupsi blom bisa diatasi....kecuali ganti sistem demokrasi dgn otoriter dan yg pimpin adlh orng yg tegas lagi jujur." @AndiHabibi.

@ArifKDH: Menkopolhukam saja bilang begitu, dan buzzer masih setia dengan narasi KPK dikuatkan. Buzzer itu pendukung jokowi atau koruptor sih?

@sony_herdiana: Dari pernyataan pak MMD ini setidaknya ada 2 hal yang terkonfirmasi. 1. Parpol atau politisi yang selama ini bilang meguatkan KPK ternyata yang juga menghantam. 2. Ternyata ada kekuasaan yang bahkan presidenpun tidak mampu melawan. habis sudah...

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyampaikan para koruptor tengah bersatu untuk menghantam untuk melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Demikian disampaikan Mahfud dalam dialog dengan Rektor UGM dan pimpinan PTN/PTS seluruh Yogyakarta yang ditayangkan YouTube Universitas Gadjah Mada pada Sabtu (5/6/2021) lalu.

Berawal saat Mahfud ditanya seputar masalah 51 orang pegawai KPK yang terancam dipecat karena tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Mahfud pun menyetujui bahwa dirinya berada di pihak yang sama dengan lembaga anti rasuah.

Namun, kata Mahfud, sejumlah pihak punya pendapat lain.

Termasuk koruptor yang dendam dengan KPK dan berusaha untuk dapat melemahkannya dengan cara apapun.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved