Breaking News:

Berita Pendidikan

Sumsel Siap Pembelajaran Tatap Muka ( PTM ) Terbatas Juli, Ini Kata Ketua MKKS SMA Kota Palembang

Alhamdulilah memang adanya wacana ini kita sambut baik apalagi ini sudah mendapatkan lampu hijau dari Gubernur Sumsel, Herman Deru

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Vanda Rosetiati
Tribunsumsel.com
Wacana pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Juli mendapat respon dari MKKS SMA Kota Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG - Adanya wacana dari pemerintah Provinsi Sumsel terkait wacana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang akan dilakukan Juli mendatang, mendapat sambutan baik dari berbagai pihak.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Palembang, Sugiyono mengaku menyambut baik dengan adanya wacana Sumsel untuk menggelar pembelajaran tatap muka terbatas.

"Alhamdulilah memang adanya wacana ini kita sambut baik apalagi ini sudah mendapatkan lampu hijau dari Gubernur Sumsel, Herman Deru," ujarnya, Jumat (4/6/2021).

Ia mengatakan untuk 24 sekolah SMA Negeri yang ada di kota Palembang yang berada dibawah naungan Provinsi secara keseluruhan sudah siap menyambut PTM ini.

"Dari SMAN 1,2,3 hingga SMA Negeri Sumsel dan SONS juga, semua saya pastikan sudah siap menggelar PTM terbatas ini," tegas dia.

Namun, memang pihaknya memiliki atau menunjuk beberapa sekolah rujukan yang ada di Sumsel untuk menggelar PTM ini untum diutamakan.

"Seperti di kota Palembang ada 8 sekolah yang jadi rujukan yakni SMAN 1, 3, 4, 5, 6, 8, 17 dan SMA Negeri Sumsel. Dan disetiap daerah kabupaten/ kota lainnya ada satu sampai dua sekolah rujukan ini," ungkap dia.

Sekolah-sekolah rujukan ini, kata dia telah terverifikasi dan semua secara infrastruktur maupun sarana serta prasarana semua sudah mendukung untuk gelar PTM terbatas.

"Mulai dari penyediaan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, handsanitizer, alat pengukur suhu dan lain sebagainya sudah sangat memadai," tegasnya.

Begitu juga tenaga guru yang sudah siap dan mereka telah menerima vaksinasi covid-19.

Bahkab beberapa sekolah rujukan ini, kata dia telah menggelar simulasi PTM terbatas seperti di SMAN 3 dan SMA Plus Negeri 17 Palembang.

"Dan hasilnya memang cukup efektif menggelar PTM terbatas dengan mekanisme atau teknis sekolah yang mengatur apakah sistem genap, ganjil atau bagaimana," ungkap dia.

Yang terpenting, lanjut dia dalam menjalankan PTM terbatas nanti mengacu pada 50 persen kehadiran siswa.

"Artinya yang mengikuti hanya dibatasi kapasitas 50 persen dari jumlah siswa. Misalnya dalam kelas berjumlah 36 maka yang bisa ikut maksimal 18 orang namun semua teknis ke sekolah masing-masing," beber dia.

Baca juga: Perampokan di Toko Fitri Betung Banyuasin, Pelaku Pura-pura Belanja, Cekik Karyawan Ambil Barang

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved