Breaking News:

Haji 2021 Batal

Haji 2021 Batal, Ini Tata Cara Prosedur Pengembalian Dana Biaya Haji (Bipih)

Tata cara pengambilan uang biaya haji ini diatur dalam surat keputusan Menteri Agama No 660 Tahun 2021

Editor: Wawan Perdana
Tribunnews
Ilusrtasi Uang : Tata cara pengambilan uang biaya haji ini diatur dalam surat keputusan Menteri Agama No 660 Tahun 2021, tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442H/2021 M. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, Kamis (3/6/2021), menyampaikan keberangkatan haji 2021 batal dilakukan.

Jemaah haji yang tertunda keberangkatannya pada 2021 akan berangkat pada 2022.

Adapun jemaah haji yang akan berangkat pada 2022 adalah jemaah yang seharusnya berangkat pada 2020 lalu.

"Yang proses tahun 2020 tidak berangkat digeser tahun 2021, 2021 tidak berangkat digeser lagi ke 2022," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jendral Haji dan Umrah Kemenag, Khoirizi, Jumat (4/6/2021).

Menurut Khoirizi, sistem tersebut sesuai dengan salah satu asas penyelenggaraan haji, yakni keadilan.

Baca juga: 3.200 Jemaah Haji Palembang Kembali Gagal Berangkat, Begini Penjelasan Kemenag

Jika ada yang mendaftar lebih awal, maka mereka yang akan diprioritaskan untuk berangkat terlebih dahulu. Demikian pula sebaliknya.

Khoirizi juga memastikan, dana haji dari jemaah, baik setoran awal maupun setoran pelunasan dalam kondisi aman.

Jemaah yang ingin mengambil uangnya juga bisa dilakukan. BPKH siap untuk mengembalikan kapan pun diminta.

Tata cara pengambilan uang biaya haji ini diatur dalam surat keputusan Menteri Agama No 660 Tahun 2021, tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442H/2021 M.

1. Jemaah Haji Reguler

Jemaah haji mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) secara tertulis kepada kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota dengan menyertakan

a. bukti asli setoran lunas Bipih yang dikeluarkan oleh bank penerima setoran (BPS) Bipih
b. Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jemaah haji dan memperlihatkan aslinya
c. Fotokopi KTP dan memperlihatkan aslinya
d. nomor telepon yang bisa dihubungi

2. Jemaah Haji Khusus

Jemaah haji mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih khusus secara tertulis kepada penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK), tempat jemaah haji mendaftar dengan menyertakan :

a. Bukti asli setoran lunas Bipih khusus yang dikeluarkan BPS Bipih khusus
b. Nomor rekening USD dollar atau rupiah atas nama jemaah haji
c. Nomor telepon jemaah haji

Ini Link PDF Surat Keputusan Menteri Agama Pembatalan Haji 2021

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved