Breaking News:

Haji 2021 Batal

Antrean Keberangkan Haji di Sumsel Jadi 21 Tahun, Imbas Dibatalkannya Haji Tahun Ini

Imbas dari kembali dibatalkannya keberangkatan haji 2021 oleh pemerintah, membuat antrean keberangkatan haji di Sumsel menjadi semakin lama.

Tribunsumsel.com/Khoiril
Ilustrasi Haji.Imbas dari kembali dibatalkannya keberangkatan haji pada tahun ini oleh pemerintah, membuat antrean keberangkatan haji di Sumsel menjadi semakin lama. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG --Imbas dari kembali dibatalkannya keberangkatan haji pada tahun ini oleh pemerintah, membuat antrean keberangkatan haji di Sumsel menjadi semakin lama.

Bagi calon jemaah asal Sumsel yang hendak berniat ke tanah suci terpaksa harus menunggu waktu hingga 21 tahun. 

Kabag Informasi dan Humas Kementerian Agama Sumsel, Saefuddin mengatakan,  dengan kembali batalnya ibadah haji untuk kali kedua pada tahun 2020 dan 2021 maka ada sekitar 142.989 CJH asal Sumatra Selatan demakin lama mengantre.

Butuh waktu sekitar 21 tahun bagi seorang CJH yang ingin pergi ke tanah suci. 

Baca juga: Haji Tahun 2021 Batal Berangkat, CJH Asal Muratara: Cuma Bisa Sabar Ngelus Dada

Pihaknya pun belum dapat memastikan apakah ibadah haji di tahun mendatang dapat dilaksanakan, mengingat belum ada kepastian lebih lanjut.

"Imbasnya antrean jadi lebih lama. Butuh waktu 21 tahun bagi CJH yang akan berangkat haji. Sampai sekarang kita belum juga dapat informasi soal kelanjutan di tahun mendatang," katanya,  Jumat (4/6/2021).

Dijelaskannya, sebanyak 7.035 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Sumatra Selatan batal melaksanakan ibadah ke Tanah Suci, setelah keputusan pemerintah Arab Saudi dan Indonesia.

Penundaan Rukun Islam kelima terjadi karena Indonesia masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Meski jadwal keberangkatan haji pada tahun ini kembali dibatalkan, namun ia mengaku Kemenag Sumsel masih tetap akan membuka pendaftaran ibadah haji di Bumi Sriwijaya. 

"Pembatalan ibadah haji tahun ini harus dipahami semata-mata karena situasi pandemi dan demi melindungi keamanan bersama," tegas Saefuddin. 

Baca juga: Tertunda ke Tanah Suci, Mata Sukirno Jemaah Haji Asal PALI Berkaca-kaca

Sementara itu,  Gubernur Sumsel, Herman Deru mengaku prihatin dengan pembatalan ibadah haji pada tahun ini. 

Menurutnya, keputusan itu dibuat melalui pertimbangan panjang oleh pemerintah Arab Saudi demi mencegah klaster baru.

Mantan Bupati OKU Timur ini meminta kepada para CJH asal Sumsel dapat bersabar dan memaklumi dampak situasi Pandemi Covid-19 tersebut. 

"Saya mohon agar para CJH di Sumsel dapat bersabar, tentu ada pertimbangan khusus terhadap penundaan keberangkatan haji tahun ini. Masyarakat hanya bisa menunggu mengenai kejelasan kuota ibadah haji asal Indonesia pada tahun mendatang," ungkap Deru.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved