Berita Kriminal Palembang

Aksi Pencurian Sepeda Viral di Medsos, Dua Pemuda di Palembang Ditembak Polisi

Dwijayanto (24) dan Hendra (30) dibekuk tim Beguyur Bae Opsnal Unit Ranmor Polrestabes Palembang usai aksi pencurian sepeda viral di media sosial.

ISTIMEWA
Dwi (kanan) dan Hendra pelaku aksi pencurian sepeda yang viral dimedsos berhasil dibekuk oleh tim Beguyur Bae Opsnal Unit Ranmor Polrestabes Palembang 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -Dwijayanto (24) alias Dwi warga Jalan Embacang Lorong Terusan Kecamatan Ilir Barat II Palembang dan Hendra (30) warga Jalan Sepakat Lorong Terusan Kemang Manis Kecamatan Ilir Barat II Palembang dibekuk tim Beguyur Bae Opsnal Unit Ranmor Polrestabes Palembang pimpinan Kasubnit Opsnal Ranmor Ipda Jhony Palapa, Kamis (27/5/2021) malam.

Saat diringkus, Dwijayanto (24) alias Dwi dan Hendra (30) terpaksa diberi tindakan tegas terukur ke arah betis kedua pelaku karena berusaha melawan saat akan ditangkap. 

Dan langsung dilarikan ke RSUD Bari Palembang untuk perawatan medis luka di kaki.

Keduanya kemudian digiring ke Mapolrestabes untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Baca juga: Polres Ogan Ilir Lakukan Pengamanan Demonstrasi Warga Lorok Tuntut Penutupan PT SMS

Penangkapan kedua pelaku ini sudah meresahkan masyarakat, diketahui Dwi dan Hendra melakukan aksinya di kawasan Jalan Rama 6, 8 Kecamatan Alang Alang Lebar Palembang bahkan aksi pencurian ini viral dimedia sosial.

Selain itu, banyak laporan masyarakat yang merasa kehilangan, tim Beguyur Bae langsung bertindak melakukan penyelidikan berkat informasi dan petunjuk CCTV akhirnya kedua pelaku yang meresahkan tersebut berhasil diketahui keberadaannya. 

"Iya pak, saya yang mencuri sepeda yang viral itu. Dalam satu bulan ini sudah empat kali mencuri sepeda, setiap mencuri berdua bersama Hendra," beber Dwi yang juga residivis kasus pencurian CPU komputer disebuah TK tahun 2019 lalu dan ditahan di rutan Pakjo selama 1,5 tahun.

Dwi mengatakan setiap berhasil mencuri sepeda, dia dan Hendra langsung menjual hasil curiannya di pasar Cinde Palembang dengan harga satu unitnya Rp300 ribu. 

"Uangnya dibagi rata berdua dengan Hendra, terakhir mencuri terpaksa butuh uang karena istri mau melahirkan, sisanya dipakai untuk main judi slot dan beli sabu," ujarnya.

Pria yang sehari hari bekerja serabutan ini mengaku menyesali perbuatannya mencuri namun terpaksa karena ekonomi.

"Saya menyesal pak. Saya mencuri ini terpaksa karena faktor ekonomi. Saya janji tidak akan mengulangi perbuatan ini," katanya.

Hal yang sama diungkapkan oleh rekan Dwi, Hendra pun menyesal dan mengaku melakukan aksi pencurian ini karena kebutuhan ekonomi.

"Terpaksa pak, karena uang hasil memarkir tidak cukup jadi terpaksa mencuri terus uang hasil mencuri ini dipakai untuk kebutuan sehari hari saja pak," katanya tertunduk.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Ranmor Iptu Irsan Ismail membenarkan telah menangkap kedua pelaku pencuri sepeda yang viral.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Pasutri di Soekarno Hatta Palembang, Dilindas Roda Kiri Fuso

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved