Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Polres Ogan Ilir Lakukan Pengamanan Demonstrasi Warga Lorok Tuntut Penutupan PT SMS

50 orang warga Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI) berunjuk rasa menuntut penutupan PT Semesta Mitra Sejahtera (SMS).

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Polres Ogan Ilir
Personel Polres Ogan Ilir mengamankan aksi unjuk rasa yang menuntut penutupan PT SMS. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Gara-gara tak tahan selama dua tahun setiap hari warga menghirup bau busuk yang menyengat dan adanya pencemaran air sungai yang dilakukan oleh PT Semesta Mitra Sejahtera (SMS) yang memproduksi ayam daging.

Membuat lebih dari 50 orang Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI) mendatangi Kantor Bupati KPT Tanjung Senai Indralaya.

Mereka meminta Pemkab Ogan Ilir dan aparat berwenang menutup operasional PT SMS.

Seperti yang diutarakan Jumadi warga Desa Lorok, bahwa selama dua tahun setiap hari, setiap detik dirinya menghirup udara busuk seperti bau tai ayam, bau bulu ayam, bau pakan ternak, selain itu limbah hasil produksi dibuang langsung ke sungai. 

Padahal sungai tersebut masih digunakan warga untuk mandi cuci dan kakus (MCK). 

Baca juga: Pertama di Sumatera Selatan, Kejari Ogan Ilir Daftarkan Pegawai Non ASN Jadi Peserta BPJS

Akibatnya saat air sungai digunakan warga mengalami gatal-gatal pada kuli

"Kami sangat meminta tolong kepada pihak terkait dari Pemkab OI, bahkan Pak Bupati segera tutup PT SMS. Karena tidak bermanfaat untuk warga, kehadirannya selama dua tahun sangat menyusahkan warga," kata Jumadi, Kamis (27/5/2021).

Senada Jumadi, warga lainnya Sahril, mengatakan pencemaran yang dilakukan oleh manajemen PT SMS sudah melebihi batas tidak ada rasa kemanusiaan.

Ia sangat berharap perusahaan yang memproduksi ayam daging tersebut ditutup. 

"Kami sudah tidak tahan lagi. Keluarga, anak kami berhak menikmati udara segar untuk hidup sehat. Minta pemerintah turut bertanggungjawab dengan cara segera menutup PT SMS yang semena-mena. Tolong kepada Pemkab Ogan Ilir agar segera tutup PT SMS," ujar Sahril.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved