Breaking News:

Zona Merah Palembang Hilang

BREAKING NEWS: Tak Ada Lagi Zona Merah, Semua Kecamatan di Palembang Status Oranye dan Kuning

Mayoritas Kecamatan di Palembang di zona oranye. Tapi untuk status di BNPB memang belum ada update terbaru dan Palembang masih ditetapkan zona merah.

Editor: Vanda Rosetiati
tribunsumsel.com/khoiril
Kondisi di Palembang sekarang seluruh kecamatan tidak ada zona merah. Sudah menjadi zona oranye dan kuning. Gambar hanya ilustrasi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Kota Palembang masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 31 Mei nanti. Sejak sebulan terakhir kebijakan ini diterapkan, disebutkan bahwa ada penurunan kasus Covid-19.

Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan sebaran kasus Covid-19 di kecamatan mayoritas saat ini berada di zona oranye. Ini setelah dilakukan perhitungan teori dari WHO dengan mengacu dari indikator kasus baru dibandingkan jumlah penduduk di masing kecamatan. Kemudian, adanya penurunan kasus dan angka kematian pasien.

"Dari hasil perhitungan ini mayoritas Kecamatan di Palembang di zona oranye. Tapi untuk status di BNPB memang belum ada update terbaru dan Palembang masih ditetapkan zona merah. Nah, kami masih menunggu update perhitungan data berikutnya," ujar Dewa, Rabu (26/5/2021)

Meski ada perbaikan, namun bukan berarti penerapan Prokes kemudian kendor. Apalagi, Kota Palembang masih menjalankan kebijakan PPKM dan Perwali yang mengatur soal cara adaptasi baru Prokes masih belum dicabut.

Terkait keluhan para pengelola cafe atau angkringan kemarin, dirinya menegaskan tidak ada pilih kasih atau tebang pilih untuk melakukan pembubaran kerumunan maupun soal jam operasional yang dibolehkan.

"Mau itu mall, kafe pun sama pukul 21.00 tidak ada toleransi harus tutup. Tetapi ini akan tetap dilakukan evaluasi, jika Kota Palembang jumlah penyebaran kasusnya melandai atau turun bisa saja pembatasan jam operasional ini ditiadakan. Namun, tentu masyarakat juga taat dengan Prokes," katanya

Sementara, Kasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular Dinkes Kota Palembang, Yudhi Setiawan mengatakan Untuk zona resiko secara keseluruhan kota Palembang per 16 Mei dari situs BNPB kota Palembang sampai sekarang masih masuk zona risiko tinggi (zona merah)

Namun, Untuk zona risiko per kelurahan dan kecamatan memang ada perubahan tingkat resiko. Dengan memakai cara perhitungan zona risiko yang baru sesuai standar yang diatur oleh WHO, hasilnya 15 kecamatan di Palembang berada di zona oranye dan tiga kecamatan di zona kuning.

"Tiga kecamatan yang zona kuning yakni IT.III, SU.I dan Kemuning," ungkapnya

Yudhi menjelaskan, pada pola perhitungan sebelumnya jika dalam 3 Minggu terakhir tidak ada penurunan kasus aktif lebih dari 50 persen dari puncak kasus selama 3 Minggu tersebut maka wilayah tsb akan masuk zona merah, tanpa mempertimbangkan besar atau kecil kasus.

"Sekarang kami memakai data insiden rate dan mortalitas rate. Ini sudah standar perhitungan WHO," ungkapnya.

Disebutkan Yudhi, Secara epidemiologis akan lebih baik karena ada pengaruh juga dengan jumlah penduduk, sehingga jika kasus atau kematian nya tinggi dan jumlah penduduknya sedikit angka insiden dan mortalitas juga akan makin tinggi.

"Kalau yg lama jika ada peningkatan kasus dalam 3 Minggu daerah tersebut langsung zona merah," katanya.(sp/yak)

Baca juga: Musiawati Najib Jabat Plh Ketua DWP Provinsi Sumsel, Lanjutkan Program Kerja Hingga 2024

Baca juga: Harnojoyo Salat Gaib Bersama Ulama dan Warga Palembang, Doakan Palestina dan Salurkan Donasi

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved