Breaking News:

Berita Empat Lawang

Data Kebakaran di Empat Lawang, Januari-Mei 2021 Tercatat 16 Kebakaran, Mayoritas Karena Konsleting

Penyebab kebakaran rata-rata diduga oleh konsleting listrik, Alhamduillah dari setiap kejadian tidak ada tidak ada korban jiwa

Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/SAHRI ROMADHON
Kepala Seksi Penanggulangan Bahaya Kekabakaran (PBK) BPBD Empat Lawang, Darul Kefni. 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang mencatat terjadi 16 kali bencana kebakaran di kabupaten Empat Lawang terhitung dari bulan Januari hingga bulan mei 2021.

Bencana kebakaran tersebut di antaranya 1 kejadian di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), 2 kejadian di kecamatan Pendopo Barat, 4 kejadian di Kecamatan Lintang Kanan, 4 kejadian di Kecamatan Tebing Tinggi, 1 kejadian di Kecamatan Sikap Dalam, 2 kejadian di Kecamatan Pendopo, dan 2 kejadian di Kecamatan Saling.

"Penyebab kebakaran rata-rata diduga oleh konsleting listrik, Alhamduillah dari setiap kejadian tidak ada tidak ada korban jiwa," ungkap Sahrial Podril Kepala BPBD Empat Lawang melalui Kepala Seksi Penanggulangan Bahaya Kekabakaran (PBK) Darul Kefni, Selasa (25/05/2021).

Dikatakan Darul Kefni dari 16 bencana kebakaran pada tahun 2021 tersebut 9 rumah habis terbakar, 8 rumah rusak berat, dan 11 rumah rusak ringan dimana jumlah
kepala keluarga (KK) yang terdampak ada 36 KK dengan 109 jiwa.

"Diperkirakan kerugian yang diderita akibat bencana ini rata-rata mencapai ratusan juta rupiah," jelasnya.

Baca juga: BKPSDM Lubuklinggau Pastikan Tak Ada ASN Fiktif, Validasi Data Terakhir 30 April 2021

Baca juga: Mobilitas Kendaraan Masih Ramai, Pos Sekat Kembali Diperpanjang Hingga 31 Mei

Atas tingginya angka bencana yan terkadi sepanjang tahun 2021 ini BPBD Empat Lawang melalui PBK mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati ketika menggunakan listrik. Selain itu Darul Kefni juga berharap akan pihak PLN memperhatikan kondisi instalasi listrik yang masih semerawut dan kurangnya pengecekan secara berkala.

"Diharapkan ke depannya masyarakat akan lebih wwaspada terlebih lagi memang kondisi kondisi instalasi listrik yang memang rawan untuk bangunan dengan material kayu," tutupnya.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved