Breaking News:

Berita Video Terbaru

Video Jadi Susah Sendiri Emak-Emak Caci Maki Kurir Paket, Harus Sembunyi dan Pergi dari Rumahnya

Nasib Emak-emak Maki Kurir Paket 'Goblok', Kini Harus Sembunyi dan Pergi dari Rumah. Beredar video di media sosial yang menunjukkan seorang emak-emak

Editor: Euis Ratna Sari

Sementara itu Denaya, wanita yang diduga jugmposting foto sedang berada di sebuah hotel.

"Sampai kapan aku dan ibuku harus jauh dari rumah, ini semua karena kalian," tulisnya di Insta Story.

Denaya mengaku harus pindah dari satu hotel ke hotel lain.

"Dari satu hotel ke hotel lain, kangen rumah rasanya," tulis Denaya.

Meski begitu TribunnewsBogor.com belum bisa memastikan dua akun tersebut benar wanita yang memaki kurir atau bukan.

Sementara itu melansir Tribunnews.com, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, pembeli sebagai konsumen memang berhak keluhannya didengarkan.

Tetapi, tidak dibenarkan jika keluhan itu disertai makian hingga hujatan.

"Kendati konsumen berhak didengar keluhannya dan diselesaikan masalahnya.

"Namun tindakan merendahkan, mengumpat dan menghujat ketika komplain adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan," ucap Tulus dalam keterangannya kepada Tribunnews, Senin (17/5/2021).

Lanjut Tulus, keluhan pembeli seharusnya tak perlu melibatkan amarah.

Mengingat, tujuan dari komplain yakni menyelesaikan masalah.

"Orientasi komplain adalah menyelesaikan masalah."

"Bukan mengumbar amarah dan potensi munculkan masalah baru," tambahnya.

Menurutnya, pembeli dalam menyampaikan komplain harus sesuai mekanisme yang benar.

"Konsumen memiliki hak untuk didengar keluhannya, dan mendapat hak seperti termakrub di UUPK (UU Perlindungan Konsumen)."

"Tetapi untuk menyampaikan komplain ada tata cara dan mekanismenya dengan mengedepankan orientasi pada penyelesaian masalah," ucap Tulus.

Ia menilai insiden ini sebagai wujud rendahnya literasi dan edukasi masyarakat soal e-commerce.

"Ini menunjukkan bahwa literasi dan edukasi sebagian konsumen tentang e-commerce masih rendah."

"Sedangkan saat ini sudah dituntut dalam era digital," ucapnya.

Selain itu, kata Tulus,protes yang dilakukan wanita kepada sang kurir dinilai salah alamat.

Karena, kurir hanya bertugas mengirimkan barang pesanan saja.

"Kurir hanya perantara bukan pelaku usaha penyedia barang dijual tersebut," jelasnya.

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved