Breaking News:

Harga Karet Sumsel

Update Harga Karet Sumsel Usai Lebaran, Langsung Alami Penurunan Drastis

Update Harga Karet Sumsel pasca Libur Lebaran 1442 Hijriah. Senin (17/5/2021) Harga Karet Sumsel Mengalami penurunan drastis.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Yohanes Tri Nugroho
SRIPOKU/EHDI
Mangkok getak karet penuh dengan air dampak musim hujan. Update Harga Karet Sumsel pasca Libur Lebaran 1442 Hijriah. Senin (17/5/2021) Harga Karet Sumsel Mengalami penurunan drastis. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Setelah lebaran 1442 H, harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen turun drastis.

"Untuk indikasi harga karet hari ini turun Rp 1.489 per kg dibandingkan indikasi karet hari, Selasa (11/5) untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Senin (17/5/2021).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 11 Mei 2021 Rp 21.222 per kg.

Sedangkan harga karet hari ini, Senin (17/5/2021) untuk KKK 100 persennya di harga Rp 19.733 per kg, artinya ada penurunan Rp 1.489 per kg dibandingkan harga hari Selasa.

Baca juga: Harga Karet Hari Ini Naik Rp 218 per Kg, Ini Penyebab Naik Turun Harga Karet Tiap Hari

Lalu untuk KKK 70 persen diharga 13.813 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.840 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.867 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.893 per kg.

"Harga karet global turun drastis sebesar Rp1.489 per Kg pada Senin (17/05/2021). Setelah sepekan sempat menguat di tengah sentimen kekhawatiran terhadap tingginya kasus Covid-19 di sejumlah negara," kata Rudi.

Menurut Rudi, penurunan harga karet hari ini terimbas oleh libur hari raya dan masih sepinya aktivitas ekonomi di perdagangan Internasional.

"Sejumlah sentimen negatif juga masih membayangi pergerakan harga karet global. Namun prediksi prospek karet alam masih tetap bagus ditengah produksi yang terhambat," katanya.

Dengan baiknya ekonomi negara tujuan ekspor seperti China dan Amerika Serikat dapat mendorong permintaan karet alam meningkat. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved