Update Harga Karet Hari Ini

Harga Karet Hari Ini Naik Rp 218 per Kg, Ini Penyebab Naik Turun Harga Karet Tiap Hari

Naik turunnya harga karet di Sumsel, dirasakan pengusaha dan petani perkebunan karet setiap hari.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
tribunsumsel.com/khoiril
Update harga karet hari ini, Kamis (6/5/2021) naik Rp 218 per Kg. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sempat turun, harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen kembali naik.

"Untuk indikasi harga karet hari ini naik 218 per kg dibandingkan indikasi karet hari, Rabu (5/5/2021) untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Kamis (6/5/2021).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 5 Mei 2021 Rp 20.494 per kg.

Sedangkan harga karet hari ini, Kamis (6/5/2021) untuk KKK 100 persennya di harga Rp 20.712 per kg, artinya ada kenaikan 218 per kg dibandingkan harga hari Rabu.

Lalu untuk KKK 70 persen diharga 14.498 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.427 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 10.356 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 8.285 per kg.

Menurut Rudi, naik turunnya harga karet di Sumsel, dirasakan pengusaha dan petani perkebunan karet setiap hari. Hal ini disebabkan harga acuan yang dipakai adalah harga FOB Singapore Comodity (SICOM), petani dan pengusaha karet tidak berdaya dalam penentuan harga karet.

"Saat ini harga lelang dan harga kemitraan di tahun 2021 ditingkat petani sudah cukup baik. Harga 1 Kg karet sama dengan harga 1 kg beras. Ini sudah sesuai dengan harapan petani karet di Sumsel," katanya

Namun yang menikmati harga lelang dan harga kemitraan tersebut baru 22 persen dari Jumlah KK atau ada sekitar 279 Unit Pengolahan dan Pemasaran Hasil (UPPB) petani karet di Sumsel atau setara 11.751,25 ton per bulan, dan sisanya masih sangat tergantung dari harga pedagang pengumpul.

Dapat diketahui saat ini Perkebunan luas areal karet di Sumsel 1.311.442 Ha dan produksi 1.164.042 ton karet kering dengan jumlah petani karet ada 590.502 Kepala Keluarga (KK).

Rudi pun memberikan tips agar kadar karet kering ditingkat petani lebih maksimal caranya yaitu pakai bahan pembeku yang dianjurkan dan harus seragam. Bisa pakai Specta, Asap Cair atau Deorub.

Lalu umur bahan olah karet rakyat (Bokar) harus sama, misal kalau umur seminggu dijual seragam umur seminggu. Jangan dicampur dengan Bokar yang ber umur 2 atau 3 hari.

Kemudian, tidak boleh direndam dan dicampur dengan bahan bukan karet, makin cepat ditumpahkan dari bak pembeku makin tinggi KKK nya.

"Karet KKK 100 persen ditingkat petani tidak ada dan tidak bisa, hanya olahan pabrik yang bisa sampai KKK 100 persen. Sedangkan karet bulanan di tingkat petani berkisar di KKK 65-70 persen," katanya.

Rudi menambahkan, saat ini petani di Sumsel makin tertarik untuk bergabung atau membentuk UPPB baru karena dinilai lebih menguntungkan, sehingga total UPPB yang sudah terbentuk ada 279 UPPB yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota.

"Untuk target di tahun 2022 kita naikkan dari 50 UPPB baru menjadi 75 UPPB, walaupun dengan anggaran yang semakin kecil dibandingkan dengan ketersediaan anggaran di Tahun 2021," katanya.

Baca juga: Pos Penyekatan Ketat Pagi Hari, Longgar Siang Hari, Kendaraan Pelat Luar Bebas Masuk Palembang

Baca juga: Kebakaran di Jalan Cempaka Dalam 26 Ilir Palembang, Api Muncul di Lantai Dua Rumah Pensiunan ASN

Ikuti Kami di Google Klik

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved