Ramadhan 1442 H

Perhitungan dan Waktu Membayar Fidyah untuk Ibu Hamil dan Menyusui Sebagai Pengganti Puasa Ramadhan

Fidyah merupakan beberapa harta benda pada kadar tertentu yang harus wajib diberikan kepada fakir miskin sebagai ganti ibadah yang pernah ditinggalkan

Tribun Timur
Perhitungan dan Waktu Membayar Fidyah untuk Ibu Hamil dan Menyusui Sebagai Pengganti Puasa Ramadhan 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Perhitungan dan Waktu Membayar Fidyah untuk Ibu Hamil dan Menyusui Sebagai Pengganti Puasa Ramadhan.

Fidyah merupakan beberapa harta benda pada kadar tertentu yang harus wajib diberikan kepada fakir miskin sebagai ganti ibadah yang pernah ditinggalkan.

Fidyah hanya berlaku untuk beberapa orang yang memenuhi ketetapan fidyah dengan kriteria tertentu.

Dibolehkan untuk tidak berpuasa dan tidak mesti menggantinya pada hari lain namun wajib membayar fidyah.

Sebagian besar ibu hamil masih kebingungan tentang cara perhitungan waktu fidyah dan bagaimana ketentuan dari fidyah? Simak penjelasannya berikut:

Ketentuan, Perhitungan dan Waktu Membayar Fidyah

Beberapa ulama telah mengeluarkan pendapatnya mengenai perhitungan fidyah.

Melansir dari rumahzakat.org, besaran fidyah sendiri setara dengan telapak tangan yang ditadahkan ketika sedang berdoa atau kira-kira ¾ liter beras untuk satu hari berpuasa. Mungkin sekitar 0.675 Kg atau 0.688 liter.

Ulama Imam As-Syafi’i dan juga ulama Imam Malik telah menetapkan bahwa untuk ukuran fidyah yang mesti dibayarkan pada setiap satu fakir miskin setara dengan satu mud gandum yang disesuaikan dengan ukuran mud Nabi Muhammad SAW.

Namun ada juga pendapat lain seperti ulama Abu Hanifah yang mengungkapkan bahwa ukuran fidyah adalah dua mud gandum yang disesuaikan dengan ukuran mud Nabi Muhammad SAW atau ½ sha’ gandum atau setara dengan memberi makan siang serta makan malam sampai merasa kenyang.

Baca juga: Lirik Lagu Bulan Yang Baik - Sal Priadi Bertemakan Ramadhan dan Corona yang Sedang Populer di Medsos

Baca juga: Selain Zakat Sedekah Merupakan Amalan di Bulan Ramadhan, Berikut 6 Golongan yang Berhak Menerimanya

Ibu hamil membayarkan fidyah dengan makanan pokok namun bisa juga dengan uang yang disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Misalkan seorang ibu hamil tidak berpuasa selama 1 bulan penuh atau 30 hari, maka ibu hamil tersebut harus menyediakan fidyah sebanyak 30 takaran dengan setiap takarnya 1,5 kg.

Dimana fidyah sebanyak 30 taaran tersebut bisa dibayarkan kepada 30 orang fakir miskin atau bisa juga hanya untuk 2 orang fakir miskin dengan masing-masing mendapat 15 takaran.

Jika ingin membayar fidyah dengan menggunakan uang pada versi Hanafiyah adalah memberikan sejumlah nominal uang yang setara dengan tarif harga kurma atau anggur dengan berat 3,25 kg untuk setiap hari berpuasa yang telah ditinggalkan.

Untuk selanjutnya hanya mengikuti kelipatan dari puasanya saja.

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 27 Tahun 2020 tentang Nilai Zakat Fitrah serta Fidyah untuk wilayah sekitar Jabodetabek, telah ditetapkan nilai fidyah dalam bentuk uang adalah sebesar Rp.45.000,-/hari/jiwa.

Cara membayar fidyah yaitu anda perlu menghitung berapa hari anda tidak berpuasa, lalu niatkan diri untuk membayarkan fidyah, datangilah lokasi pengelola zakat terdekat, selanjutnya menyampaikan maksud tujuan untuk membayarkan fidyah melalui panitia zakat dan kemudian panitia zakat akan mengucapkan sebuah doa sebagai tanda bahwa fidyah telah dibayarkan.

Baca juga: 20 Pantun Ucapan Selamat Tinggal Bulan Ramadhan, Sedih dan Penuh Makna

Itulah Perhitungan dan Waktu Membayar Fidyah untuk Ibu Hamil dan Menyusui Sebagai Pengganti Puasa Ramadhan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved