Larangan Mudik

Lalu Lintas Jalinsum Sumsel-Jambi Lancar, 3 Hari Larangan Mudik Belum Ada 10 Kendaraan Putar Balik

Mobil pribadi warga lokal kita bolehkan lewat, namun tetap kita periksa dulu karena takutnya pemudik.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Hari ketiga larangan mudik di pos penyekatan di perbatasan antara Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Provinsi Jambi, Sabtu (8/5/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Hari ketiga larangan mudik di pos penyekatan di perbatasan antara Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Provinsi Jambi, Sabtu (8/5/2021).

Pos sekat ini berada di Jalan Lintas Sumatera, perbatasan antara Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Sumsel dan Kabupaten Sarolangun Jambi.

Tepatnya di Dusun Terusan, Desa Sungai Gedang, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Pantauan Tribunsumsel.com, situasi lalu lintas baik dari arah Kabupaten Muratara Sumsel maupun Kabupaten Sarolangun Jambi terpantau lengang.

Kendaraan yang melintas didominasi truk-truk angkutan barang dan mobil pribadi warga lokal Muratara dan Sarolangun.

"Mobil pribadi warga lokal kita bolehkan lewat, namun tetap kita periksa dulu karena takutnya pemudik," kata Kepala Pospam terpadu Polres Muratara, Ipda Septa Alen.

Dia mengatakan petugas yang berjaga terdiri dari 15 personel Polri dan 6 anggota TNI, serta anggota Satpol PP, Dishub, Dinkes, dan BPBD masing-masing 5 orang.

"Petugas berjaga secara bergantian, ada empat kelompok, mereka berjaga 24 jam," kata Alen.

Dia mengungkapkan, sudah 3 hari larangan mudik ada beberapa kendaraan pemudik yang diminta putar balik, namun jumlah baru sedikit.

"Hari pertama ada lima kendaraan pribadi yang kita suruh putar balik, hari kedua kemarin ada dua kendaraan pribadi, hari ini belum kita data," katanya.

Baca juga: Mahasiswa Sumsel di Jabodetabek Adukan Kondisi Kabupaten PALI ke KPK, Begini Respon Ketua BKPI

Baca juga: Jalan Penghubung Desa Baturaja Baru-Sugiwaras Empat Lawang Ambles Nyaris Putus, Sudah 1,5 Tahun

Sebelumnya Kapolres AKBP Eko Sumaryanto mengatakan ada beberapa kendaraan yang diperbolehkan melintas sekat mudik sesuai dengan surat edaran pemerintah pusat.

"Misalnya kendaraan dalam perjalanan dinas, ada kedukaan atau keluarga meninggal di kampung, orang sakit atau ambulans, melahirkan, kendaraan sembako dan BBM, bisa," katanya.

Selain itu, masyarakat lokal yang keluar masuk perbatasan untuk keperluan berbelanja di luar daerah tidak akan kena sekat.

Namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak tempat duduk di dalam kendaraan.

"Kita tahu banyak warga Muratara berbelanja ke Pasar Singkut, begitu pun sebaliknya dari Singkut berjualan ke Muratara, itu boleh," katanya.

Ikuti Kami di Google Klik

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved