Breaking News:

Berita Politik

Mahasiswa Sumsel di Jabodetabek Adukan Kondisi Kabupaten PALI ke KPK, Begini Respon Ketua BKPI

Meminta kepada kawan-kawan seperjuangan yang ada di Jakarta agar tidak melakukan aksi lanjutan untuk menghindari tuduhan negatif.

TRIBUN SUMSEL/ARIEF BASUKI
Ketua Badan Koordinasi Pemuda Indonesia, Jayani M Firdaus menyatakan sikap bersama anggota lainnya. Pernyataan sikap terkait aksi pengaduan sejumlah mahasiswa asal Sumsel di Jabodetabek ke KPK. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Badan Koordinasi Pemuda Indonesia (BKPI) menanggapi opini liar yang berkembang di masyarakat, pasca terjadinya aksi demonstrasi oleh sekelompok pemuda asal Sumatera Selatan (Sumsel), terkait situasi dan kondisi politik di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali).

"Perlu kiranya kami sampaikan beberapa hal untuk menanggapi kawan-kawan Forum Mahasiswa Sumatera Selatan (Formasa) Jabodetabek yang telah melakukan aksi di depan gedung KPK RI, bahwa telah terjadi penggiringan opini oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang tujuannya hanya untuk memperkeruh situasi dan kondisi politik di Kabupaten Pali," kata Ketua Badan Koordinasi Pemuda Indonesia, Jayani M Firdaus.

Jayani mengatakan Kabupaten Pali baru selesai melakukan pemilihan kepala daerah yang sempat bersengketa.

"Pertimbangan yang menjadi perhatian khusus karena dikhawatirkan gerakan kawan-kawan FORMASA malah ditunggangi oleh lawan politik yang belum bisa menerima kekalahan atau gagal move on pada Pilkada serentak 2020," ucap Jayani.

Selain itu dalam situasi politik yang baru selesai sengketa Pilkada, masyarakat harus ditenangkan dan mendukung Heri Amalindo sebagai pemenang.

"Bagaimanapun Pilkada sudah selesai dan sengketa pun sudah dimenangkan oleh Heri Amalindo. Oleh karena itu masyarakat yang sempat beda pilihan harus bisa menerima dan mendukung yang menang," tandasnya.

Ia mengatakan penyampaian ini semata-mata sebagai bentuk kepedulian terhadap Kebupaten Pali, agar tetap aman dan damai dan mengajak masyarakat terutama pemuda untuk terus mengawal kepemimpinan Heri Amalindo dengan memberikan kritikan yang konstruktif dan mendukung program yang dipandang bermanfaat untuk kemajuan Kabupaten Pali.

Adapun beberapa poin yang dibacakan dalam jumpa pernyataan itu di diantaranya, meminta kepada masyarakat jangan sampai terpancing dengan penggorengan isu yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang hendak memperkeruh kondisi politik kabupaten Pali yang baru selesai menyelesaikan sengketa Pilkada.

Meminta kepada kawan-kawan seperjuangan yang ada di Jakarta agar tidak melakukan aksi lanjutan untuk menghindari tuduhan negatif atas tunggangan oleh lawan politik yang belum bisa move on dari kekalahan pada Pilkada serentak tahun 2020.

Meminta kepada masyarakat dan semua pihak yang punya kepentingan di Kabupaten Pali untuk bisa kembali merajut persaudaraan yang nyaris retak karena beda pilihan politik dan bersinergi untuk sama-sama memajukan Kabapaten Pali tercinta.

"Terakhir, meminta kawan-kawan seperjuangan yang masih peduli terhadap kemajuan Kabupaten Pali untuk terus mengawal kepemimpinan Bapak Heri Amalindo dengan kritikan yang konstruktif atau membangun sekaligus mendukung semua program yang bermanfaat terhadap masyarakat," pungkasnya.

Baca juga: Jalan Penghubung Desa Baturaja Baru-Sugiwaras Empat Lawang Ambles Nyaris Putus, Sudah 1,5 Tahun

Baca juga: PLN Gelar Apel Siaga Idul Fitri 1442 H, Pastikan Sistem Kelistrikan Personel Peralatan Semua Siap

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved