Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Kapolres Ogan Ilir Dampingi Wakapolda Sumsel Tinjau Posko Penyekatan Gerbang Tol Kramasan

Kepada para petugas, hendaknya jaga bergantian karena tugas ini sangat menguras tenaga apalagi saat ini sedang dalam bulan puasa,

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA
Wakapolda Sumatera Selatan, Brigjen Pol Rudi Setiawan didampingi Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy saat meninjau posko penyekatan di Gerbang Tol Kramasan, Sabtu (8/5/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Di hari ketiga larangan mudik, Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rudi Setiawan SIK SH meninjau sejumlah posko penyekatan, salah satunya di Gerbang Tol Kramasan, Ogan Ilir.

Di posko penyekatan ini, Wakapolda melihat langsung kesiapan petugas gabungan dalam melaksanakan Operasi Ketupat Musi 2021.

"Tetap menjaga posko dengan rasa tanggung jawab sesuai bidang masing-masing sehingga dapat membantu para pengguna jalan yang melintas agar memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan," pesan Brigjen Pol Rudi Setiawan di sela peninjauan posko, Sabtu (8/5/2021).

Ini merupakan kali kedua pejabat tinggi Polda Sumatera Selatan meninjau posko penyekatan di Gerbang Tol Kramasan.

Sehari sebelumnya, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri telah lebih dulu melakukannya.

Pada kunjungan ini, Wakapolda didampingi sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Sumatera Selatan.

"Kepada para petugas, hendaknya jaga bergantian karena tugas ini sangat menguras tenaga apalagi saat ini sedang dalam bulan puasa," imbau Wakapolda.

Dalam kesempatan ini, Wakapolda Sumsel juga memberikan bingkisan kepada personil yang berjaga serta menyampaikan motivasi agar tetap semangat dalam beribadah maupun bekerja.

Pada kesempatan sama, Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandhy yang mendampingi Wakapolda Sumatera Selatan menyampaikan laporan terkait Operasi Ketupat Musi 2021.

"Mohon izin melaporkan, selama tiga hari Operasi Ketupat Musi 2021 di Ogan Ilir, ada ratusan kendaraan roda empat yang diminta putar balik. Baik itu pemudik maupun warga yang memiliki keperluan selain mudik, namun tidak dapat menunjukkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) maupun surat keterangan hasil rapid test antigen," papar Yusantiyo.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved