Breaking News:

Pria Ini Jual Rapid Test Antigen Ilegal, Raih Untung Hingga Rp 2,8 M Dalam 5 Bulan, Begini Ruginya

Pria Ini Jual Rapid Test Antigen Ilegal, Raih Untung Hingga Rp 2,8 M Dalam 5 Bulan, Begini Modusnya

Editor: Slamet Teguh
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Wakapolda Jateng Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji, dan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald Simamora menunjukkan rapid tes antigen tanpa izin edar. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia.

Namun ditengah musibah ini, masih banyak orang-orang yang memanfaatkan momen untuk melakukan kejahatan.

Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng ungkap peredaran rapid test antigen tanpa ijin edar.

Rapid test ilegal tersebut  telah di distribusikan di rumah sakit maupun klinik yang ada di Jawa Tengah.

Ada ratusan rapid test antigen yang disita dari tangan pelaku berinisial SPM (34) di wilayah Banyumanik dan Genuk.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menerangkan pengungkapan kasus tersebut berawal adanya masyarakat yang menggunakan rapid tes tanpa surat izin edar pada 27 Januari 2021.

Ada sekitar 450 pak rapid test antigen yang diamankan kepolisian.

Pelaku berharap dengan mendistribusikan rapid test tanpa izin edar mendapat keuntungan yang besar.

"Keuntungan yang didapat tersangka menjual rapid test antigen tersebut dalam kurun waktu lima bulan Rp 2,8 miliar," ujarnya saat gelar perkara di kantor Ditreskrimsus Polda jateng, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Persentase Kematian Akibat Covid-19 Sumsel Posisi Ke-3 Nasional, Doni Monardo: Jangan Anggap Enteng

Baca juga: Atta Halilintar Puji Sriwijaya FC (SFC) : Klub Sarat Sejarah dan Banyak Prestasi

Menurutnya, rapid test antigen tersebut harganya lebih murah jika dibandingkan yang telah memiliki surat izin edar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved