Breaking News:

Wawancara Eksklusif Tribun Sumsel

Lapas Narkotika Banyuasin Over Kapasitas, Tiap Bulan Penghuni Selalu Bertambah

kalau di lapas ini untuk yang tertua ada yang umurnya 68 tahun dan termuda 20 an tahun. Presentasinya banyak yang muda, kalau yang tua hanya beberapa

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin Wawan Irawan A.Md.I.P., S.H. MH saat diwawancarai khusus Tribun Sumsel beberapa waktu lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Banyuasin dengan daya tampung 484 orang tetapi kini sudah over kapasitas yaitu 1.031 orang.

"Untuk penghuninya terus meningkat, ada yang keluar ada yang masuk. Keluar dan masuk hampir sama. Misal sudah berkurang tinggal 900 orang, eh tahu-tahu suda jadi 1.000 an lagi," kata Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin Wawan Irawan AMdIP, SH MH saat diwawancarai khusus Tribun Sumsel beberapa waktu lalu.

Wawan Irawan mengatakan, selama ia menjabat di lapas ini paling dikit 980 orang, itu nggak nyampai satu bulan uda datang lagi. Jadi keluar masuknya berkesinambungan.

"Menurut saya mereka itu seyogyanya dilakukan pendekatan, InsyaaAllah bisa tersentuh untuk berubah. Apalagi lapas-lapas ini kan semua pada over kapasitas, maka alangkah baiknya untuk pengguna yang kecil-kecil di rehab saja. Itu saran saya, karena kalau di rehab kan bisa mengurangi kapasitas," katanya.

Menurut Wawan, hal yang paling menyentuh, bayangan mereka akan tindakan kriminalnya nggak ada. Mereka lebih mengandalkan otak ketimbang fisik.

"Ia seperti lebih mengatur strategi maka kita harus tetap waspada. Tapi sifat kriminalnya nggak ada sama sekali. Kalau menurut saya ketimbang di Pakjo dan di sini lebih enak di sini, di sini pada nurut," ungkapnya.

Wawan mengatakan, kalau di lapas ini untuk yang tertua ada yang umurnya 68 tahun dan termuda 20 an tahun. Presentasinya banyak yang muda, kalau yang tua hanya beberapa saja.

Baca juga: H-1 Larangan Mudik Lebaran Idul Fitri 1442 H, Load Factor Penerbangan Nyaris 100 Persen

Baca juga: Polres Ogan Ilir Turut Sidak Pasar Indralaya Cek Ketersediaan Pangan Jelang Lebaran

Ketika ditanya tentang karir, kalau karir mengalir saja, karena memang dari dulu karirnya mengalir. Tidak terlalu bagaimana-bagaiman. Cuma berharap bisa mengabdikan diri yang terbaik, dimanapun bekerja bisa bermanfaat buat lingkungan dan teman-teman.

Kalau ditakdirkan jadi Kadivpas ya Alhamdulillah, kepala devisi kemasyarakatan (Kadivpas) atau Kakanwil ya Alhamdulillah. Dari dulu saya kerja dengan niat yang baik dan keinginan memberikan yang terbaik sesuai kemampuan saya.

Lalu ketika ditanya bagaimana Anda mensosialisasikan ke anak-anak muda agar tertarik untuk kerja di sini, untuk penerimaan CPNS Kemenkumham itu saat ini jadi favorit, karena baru bekerja aja gajianya kisaran Rp 5 juta (dikalkulasi kan total semua, gaji, uang makan dan lain-lain).

"Kesan dulu dan sekarang sudah berbeda, memasyarakatkan warga binaan. Jadi aura serem juga uda nggak ada. Sekarang era keterbukaan, transparansi jadi kualitas pelayanan kita tingkatkan," katanya.

Dulu dan sekarang itu sudah beda. Kalau dulu sistem kepenjaran sekarang sudah sistem kemasyarakatan, ditingkatkan lagi pelayanan publiknya, skillnya dan lain-lain. Apalagi ini era milenial sudah lain lagi. Bahkan sekarangkan seleksinya pakai CAT, kalau dulu nggak ada. Jadi sekarang ini untuk Kemenkumham sudah jadi favorit.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved