Breaking News:

Sekarat Tanpa Obat dan Dokter, Kengerian Covid-19 Gelombang kedua di India, Mayat Tergeletak

Kasus virus corona meningkat di India, sistem perawatan kesehatan negara itu telah kelebihan beban. Pasokan tempat tidur, oksigen, dan tenaga medis te

(AFP PHOTO/PRAKASH SINGH)
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) merawat pasien positif Covid-19 di dalam ruang pertemuan yang sementara diubah menjadi pusat perawatan covid di New Delhi pada 28/4/2021. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Tsunami covid-19 yang terjadi di India membuat gambaran yang begitu mengerikan.

Kasus virus corona meningkat di India, sistem perawatan kesehatan negara itu telah kelebihan beban. Pasokan tempat tidur, oksigen, dan tenaga medis terbatas.

Beberapa pasien Covid-19 meninggal di ruang tunggu atau di luar klinik yang kewalahan, bahkan sebelum mereka sempat diperiksa oleh dokter.

Hanya beberapa pasien Covid-19 yang berhasil dirawat di rumah sakit India yang sudah kritis. Tapi begitu masuk, beberapa menghadapi jenis teror yang berbeda.

Tidak ada perawatan medis atau persediaan yang cukup, hanya orang mati terlihat di sekitar.

Kondisi mengerikan itu diceritakan Goldi Patel (25 tahun). Selama tiga hari, dia pergi dari rumah sakit ke rumah sakit di musim panas yang menyengat di New Delhi.

Dengan panik, dia mencoba menemukan satu rumah sakit yang bisa membuat suaminya tetap bernapas.

Empat rumah sakit menolak Patel, yang sedang hamil tujuh bulan dengan anak pertama pasangan itu, sebelum akhirnya menemukan satu yang bisa merawat suaminya.

Tetapi tingkat perawatan di Pusat Perawatan dan Rumah Sakit Sardar Patel Covid, fasilitas pandemi darurat di pinggiran ibu kota, sangat kurang sehingga suaminya memohon untuk pergi.

Kepada CNN dia menceritakan kengerian di dalam rumah sakit. Di sekitar Sadanand Patel (30 tahun), orang sekarat.

Halaman
1234
Editor: Moch Krisna
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved