Berita Palembang

Polisi Akan Tindak Tegas, Ancam Bubarkan Aktivitas Mall di Palembang Jika Terjadi Kerumunan

Tidak ingin kasus penularan Covid-19 semakin meluas, Polda Sumsel akan mengambil tindakan tegas apabila ada mall, restoran dan kafe yang melanggar

Editor: Wawan Perdana
Instagram @satpolpp.palembang
Anggota Sat Pol PP Palembang patroli di mall melihat penerapan protokol kesehatan jelang Idul Fitri 2021. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Polda Sumatera Selatan memberikan perhatian besar pada aktivitas masyarakat jelang Idul Fitri 1442 H/2021.

Tidak ingin kasus penularan Covid-19 semakin meluas, Polda Sumsel akan mengambil tindakan tegas apabila ada mall, restoran dan kafe yang melanggar aturan.

Polda Sumsel pada tahun ini mendirikan posko pemantau di seluruh mal yang ada di Palembang untuk mengantisipasi kerumunan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumsel Komisaris Besar Supriadi mengatakan, mereka sebelumnya telah memanggil seluruh pengelola mal yang ada di Palembang.

Setelah melakukan rapat koordinasi, pengelola mal diminta untuk mengurangi kapasitas pengunjung 50 persen.

"Karena sekarang masih PPKM, pemilik mal juga harus menyiapkan 3M. Namun jika tidak dapat terhindar lagi, terpaksa kami bubarkan," kata Supriadi kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Masuk Dalam Pelanggaran yang Berat, Begini Nasib Pria yang Membodohkan Pengunjung Mal Bermasker

Supriadi menjelaskan, untuk menghindari adanya kerumunan, pengelola mal diminta mengatur jarak dengan membuat pembatas.

Tak hanya mal, pengurangan pengunjung ini juga berlaku untuk kawasan Pasar 16 Ilir, lantaran di lokasi tersebut selalu ramai pengunjung saat mendekati Lebaran.

"Untuk kafe dan restoran dibtasi sampai jam 21.00 WIB. Kalau melanggar akan diberikan peringatan. Namun jika sudah sampai tiga kali masih saja melanggar, terpaksa kami tindak," ujar Supriadi.

Supriadi berharap masyarakat dapat memaklumi kondisi ini.

Sebab, saat ini Kota Palembang masih berstatus zona merah penyebaran Covid-19. Zona merah berarti wilayah ini termasuk tingkat risiko tinggi penularan virus corona. "Satgas Covid-19 akan menindak siapa pun pelanggar prokes, ini demi kebaikan bersama," kata dia.

Pemkot Siapkan Sanksi

Meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Palembang, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) mengambil langkah untuk membatasi operasional mal, kafe hingga restoran yakni sampai pukul 21.00 WIB.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, pengawasan jam operasional ini akan dilakukan secara intensif.

Halaman
12
Sumber: Kompas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved